💫 T h i r t y e i g h t 💫

5K 616 47
                                        

Pagi pertama di perkemahan para panitia mengadakan game kecil-kecilan seperti tarik tambang, kaki seribu, anak ayam dan induknya dan lain sebagainya. Sore menjelang malam Winter dan Chaeryeong ikut membantu menyiapkan makan malam nanti.

Karina yang berdiri tidak jauh dari tempat Winter berdiri sekarang terus menatap Winter, Chaewon yang berdiri di sebelah Karina menyadari temannya itu sedang memperhatikan adik kelasnya sejak tadi.

"Kalau mau di samperin ya di samperin, jangan cuman diem natap doang," celetuk Chaewon membuat Karina menoleh padanya.

"Kayaknya ada banyak yang mau lo omongin ya sama Winter? Keliatan banget tuh dari raut wajah lo yang mikir terus dari tadi."

"Keliatan banget ya?" tanya Karina yang di balas anggukan kepala oleh Chaewon

"Tapi ya, Rin. Apa yang di bilang Nakyung waktu itu emang bener sih, Giselle sama Winter tuh orang yang beda, lo jangan terus-terusan ngelihat Winter itu sebagai Giselle. Coba kalau lo yang ada di posisi itu emang lo ngga sakit gitu kalau lo di liat sebagai orang lain?" Karina terdiam mendengar ucapan Chaewon.

"Won, sayurannya udah selesai di bersihin belum?" teriak Lia

"Udah, Li! Bentar ya," balas Chaewon. "Gue kesana dulu, cepetan nyuci dagingnya!"

Chaewon meninggalkan Karina yang sedang mencuci daging itu sendirian dengan beban pikirannya yang semakin bertambah.

"Mau tau sesuatu soal Winter ngga?" Karina terlonjak kaget saat tiba-tiba saja Nakyung berdiri di sebelahnya.

"Nakyung! Panggil dulu kek," dengus Karina.

"Winter belum ngomong apa-apa ke lo?"

"Ngomong apaan emang?" ujar Karina sambil mengernyitkan dahinya.

"Belum ngomong ya berarti," gumam Nakyung. "Apa gue aja ya yang langsung ngasih tau ke lo?"

"Kamu ngomongin apa sih, Na?"

"Soal orang yang Winter suka, emang lo ngga penasaran gitu siapa orangnya?"

Karina menatap Nakyung dengan lekat lalu beralih menatap Winter yang sedang sibuk memasak. Nakyung mendekatkan wajahnya dan berbisik pada Karina, sedetik kemudian Karina melotot kaget dan menatap Nakyung tidak percaya.

"Terserah sih lo mau percaya atau ngga, lo juga bisa tanyain langsung ke anaknya," ucap Nakyung lalu kembali ke tendanya.

Karina masih berusaha mencerna apa yang di katakan Nakyung lalu menatap Winter yang sekarang sudah di temani Heejin untuk membantunya memasak.

"Yeji!" panggil Karina

"Kenapa?"

"Gantiin aku buat cuciin dagingnya dong, aku ada urusan bentar,"

"Oke, biarin dulu disitu gue mau selesain yang ini dulu!" balas Yeji

Karina membasuh tangannya lalu berjalan menuju ke tempat Winter dan Heejin.

"Heejin, Yeji manggil kamu tuh." seru Karina

"Hah? Terus ini gimana?"

"Sini, biar aku aja,"

"Oh yaudah, nih! Hati-hati, Rin," Karina mengangguk kemudian mengambil alih pekerjaan Heejin.

"Winter, kamu ngga ada yang mau di omongin sama aku?" sahut Karina.

"Karina? Ngapain? Kak Heejin mana?" ujar Winter.

"Di panggil Yeji, aku yang gantiin dia. Kenapa? Kok kayak ngga suka aku disini?"

If It Is You[✔]Hikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin