🔥11🔥

13.3K 1.4K 68
                                        

"Udah gih sana tidur gue peluk." ucapnya lagi lalu memeluk Celin dan keduanya pun terlelap bersama.
____________________________

Pagi harinya

"Engh" lengguh Celin

Celin merasa sesak karena ia merasakan ada sesuatu yang menimpa perutnya langsung membuka matanya.

Ah ia baru teringat sekarang kalau kemarin dia dan Azekiel satu ranjang.

Celin mengamati wajah Azekiel yang sedang tidur dengan lelapnya.

"Tampan" celetuknya tanpa sadar.

"Akhirnya lo ngakuin ketampanan gue." ucap Azekiel yang membuat Celin kaget.

"L..lo udah bangun?" ucap Celin tergagap

"Se..sejak kapan?" tanyanya

"Ehm sejak sebelum lo bangun" ucap Azekiel kini wajah Celin sudah memerah layaknya tomat.

Ia sungguh malu sekarang, dan langsung menenggelamkan wajahnya di dada bidang Azekiel.

"Hahaha pacar gue kok tambah gemoy sih?" kekeh Azekiel, sementara Celin yang mendengar ucapan Azekiel malah semakin memeluk erat Azekiel karena rasa malunya.

•••

"Oke kita jalankan rencananya dan jangan lupa untuk akting yang menyakinkan" ujar Celin

"Apapun untuk kakak, sesuai dengan kehendak mu." ucap Celena

"Kau juga Zakiel awas saja jika akting mu jelek" ucap Celin pada Azekiel.

"Tenang saja Celin semua sesuai dengan rencana." ucap Azekiel

"Baguslah" syukur Celin lalu melirik kearah Celena.

"Apakah kamu masih mencintainya Celena?" tanya Celin yang membuat Celena memerah, dengan malu-malu ia menjawab.

"Eum sebenarnya tidak Kak, karena aku sudah mencintai orang lain sekarang." ucap Celena pelan namun masih bisa didengar oleh Celin, awalnya ia sedikit terkejut karena menurut yang ia baca Celena cinta mati pada Geo, dan hanya Pangeran Geo lah satu-satunya orang yang bersarang di otak kecil milik Celena.

Tak tahu saja dia kalau Celena sangat menyayanginya, hingga tak ada tempat lagi untuk Pangeran Geo di pikirannya.

Tapi celin tidak memusingkan Hal tersebut dan justru bersyukur karena berhasil merombak alur di dalam novel yang tragis untuk Celena itu.

"Aku setuju, tapi kau harus mempertemukan dia denganku untuk mendapatkan restu." tegas Celin

"Ah, baik kakak" patuh Celena

•••

Disisi lain nampak seorang pria yang memegangi foto ah tidak itu lebih seperti lukisan yang menggambarkan 3 orang remaja yang terlihat sangat bahagia.

"Dasar para sahabat laknat kalian meninggalkanku sendirian dan saat ini aku menyusul kalian." ucapnya

"Tapi sepertinya aku tidak akan menjomblo lagi dan menjadi obat nyamuk di antara kalian berdua." dengusya sebal ketika mengingat bahwa ia selalu dijadikan obat nyamuk ketika mereka keluar bersama.

"Hahaha aku jadi ingat ucapan konyolku waktu itu" kekehnya

"Jika kau punya adik, aku akan memacarinya titik."

"Huh saat itu kalian menertawakanku kan? kali ini aku yang akan menertawakan kalian berdua nanti, karena ucapanku menjadi kenyataan." seringainya

•••

•{I Became The Antagonist's Twin}•Where stories live. Discover now