Part 9

10.3K 353 2
                                        

Tata POV.

Kejadian 3 hari lalu membuatku berpikir kalau pak Jeff benar-benar peduli padaku. Awalnya aku ingin menepis pikiran itu tapi entah kenapa semakin aku berusaha melupakannya, justru rasa penyesalanku semakin menjadi.

Aku juga mulai sekarang berusaha untuk memperbaiki sikapku kepada pak Jeff sebagai balasan karena sudah mau menolongku. Kali ini bukan pak Jeff yang meminta melainkan inisiatifku sendiri.

Membalas kebaikan orang tidak ada salahnya bukan?

Tapi sepertinya niat baikku itu harus tertunda sebab pak Jeff dari malam itu benar-benar hilang dari pandanganku. Bahkan dia tak menampakan batang hidungnya baik di kampus atau di kost.

Menyadari situasi mulai membaik seharusnya aku senang karena akhirnya pak Jeff tak menggangguku lagi. Tapi entah kenapa justru perasaanku seakan tak terima di tinggal olehnya. Ini aneh, tak biasanya aku seperti ini. Tapi tak apa lah, se'enggaknya hariku kembali normal tanpa kehadirannya.

"Nih buat kamu" Aku tersentak saat suara pintu kamarku tertutup dengan tangan Kris terulur disampingku.

"Apa ini?" Tanyaku menerima sebuah amplop besar putih yang sudah di hias. Kris kemudian duduk di sampingku menampilkan senyum merekah.

"Undangan" Jawabnya. Aku hanya bingung menatap Kris sambil sesekali melirik undangan di tanganku.

"Undangan apa?"

"Pernikahan aku dong"

Sontak mataku membulat, dengan segera aku membuka amplop tersebut lalu membaca detail tulisan di dalamnya. Setelah itu aku menutup mulut karena isi tulisan ini benar ada nama Kris dan tunangannya. Oh astaga, aku senang sekali mengetahui Kris akan menikah!

"Kamu beneran mau nikah?!" Tanyaku sedikit memekik. Lalu Kris mengangguk dengan mempertahankan senyumannya. Sontak aku langsung memeluknya, memberi kata selamat. Kris balas memelukku di iringi kekehan kecil.

"Pantes kamu beberapa hari ini ngga keliatan, kamu lagi rencanain pernikahan ternyata?"

"Iya.. aku juga mau minta maaf ya karena belum sempet kasih tau kamu" Jawabnya.

"Ih gapapa! Yang penting kan sekarang kamu kasih tau aku. Aku ikut bahagia Kris. Aku berdo'a semoga acara kamu di beri kelancaran"

"Makasih ya, Ta. Aku juga berdo'a semoga kamu bisa cepet nyusul aku"

Setelah itu aku pun melepas pelukan Kris. Dari yang aku lihat mata pria ini sedikit basah, apa dia menangis?

"Kris, kamu kenapa?" Tanyaku. Dia hanya diam sambil menatapku lekat lalu tanganya terulur menggenggam tanganku.

"Ta.. makasih ya kamu udah jadi temen yang baik buat aku, aku janji ngga akan pernah lupain kamu"

Aku tersenyum dengarnya. Lihatkan, Kris itu pria yang baik maka tak heran aku sangat menyangi dia. Iya, aku menyanginya tak lebih dari seorang teman. Lalu secara perlahan wajah Kris mulai mendekat hingga menyisakan jarak tipis di antara kami. Namun sebelum Kris menempelkan bibirnya pada bibirku, aku bergerak cepat mencium pipinya terlebih dulu.

Aku tak ingin ciuman nanti malah berbuntut lebih hingga akhirnya kami malah melakukan seks, aku tidak mungkin merusak suasana.

"Pernikahan kamu emang di langsungin kapan?" Tanyaku.

"Lusa"

"Hah?!"

* * *

Tepat hari ini pernikahan Kris akan berlangsung. Aku mematut diri ku di depan cermin sambil sesekali tersenyum bangga atas kreasi dandananku. Di pernikahan Kris ini aku memegang peranan cukup penting, menjadi bridesmaids untuk calon istrinya. Iya, dan itu mbak Zee sendiri yang minta kepadaku.

Wrong Marriage || JaeYong 21+ (✔)Hikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin