Part 23

7.2K 338 5
                                        

Tata POV.

"Jeffry.. yaampun mama kangen banget sama kamu" Ucap wanita itu. Aku masih diam ditempatku menyaksikan interaksi mereka.

Sungguh, saat ini tubuhku tengah gemetar karena hadirnya sosok ibu mertuaku dimana kami belum pernah bertemu sebelumnya semenjak aku dan pak Jeff menikah.

Pernikahanku yang terkesan buru-buru membuat pak Jeff belum sempat mengenalkan sang mama padaku. Tapi aku pikir pak Jeff juga bodoh! Disaat pernikahan kami sudah menginjak 5 bulan, dia baru menemuiku dengan mamanya.

"Jeff juga, ma. Mama kesini sama siapa?"

"Sama kaka kamu, dia lagi ambil barang"

Pak Jeff hanya mengangguk, lalu tak lama dia menyuruhku untuk lebih mendekat padanya. Rasanya kakiku berat sekali hanya sekedar melangkah. Aku takut ibu mertuaku tak suka padaku, terlebih jika dia tau alasan pak Jeff menikahiku. Apa wanita itu bisa terima?

Sekarang aku sudah berdiri disamping pak Jeff tepat di depan wanita ini. Dia masih diam melihat penampilanku, lalu matanya berhenti tepat di depan perut buncitku. Demi tuhan, tatapan mata wanita ini membuat nyaliku ciut seketika.

"Siapa dia Jeff?"

"Permata, istri Jeff"

Aku berusaha tersenyum walau sedikit kaku, mencoba mengulurkan tangan namun sayangnya dia tidak merespon. Sungguh aku ingin menangis, kejadian ini sama seperti drama-drama korea tentang ibu mertua yang tidak menyukai menantunya. Tapi pikiranku terlalu berlebihan ternyata, wanita ini memang tidak membalas uluran tanganku melainkan dia langsung memelukku! Iya, aku dipeluk olehnya!

Aku semakin tegang, bingung harus berbuat apa atas tindakannya. Sampai aku memberanikan diri membalas pelukan ibu mertuaku walau sedikit ada rasa takut.

"Aku Jessica, mamanya Jeff" Ucap dia setelah melepas pelulannya.

Aku berani sumpah, suara wanita ini sangat lembut menerpa telingaku. Aku yang mendengarnya saja tidak percaya, soalnya wajah mama Jessica ini bisa dibilang jutek.

"A-aku Tata.. eumm..."

"Mama Jessica, panggil aku mama. Kamu anakku juga"

Ya tuhan, kenapa wanita ini lembut sekali? Sangat beda dengan pak Jeff si manusia kelebihan hormon.

"I-iya.. mama" Aku agak malu mengucapkan kata itu, tapi dia justru tersenyum dan membelai rambutku. Kemudian kami duduk dengan aku tepat berada di sebelah mama. Bukan keinginanku, tapi mama yang menuntunku agar dekat dengannya.

"Kamu kenapa ngga pernah bilang ke mama punya istri secantik ini?!" Aku menahan senyum melihat mama mendelik ke arah pak Jeff.

"Bukannya ngga mau bilang, cuma belum waktunya aja. Lagian mama kan sibuk pemotretan di London, Jeff cuma takut ganggu pekerjaan mama"

"Se'engganya kan bisa kabarin mama kalo kamu udah nikah!" Mama pun melirikku, "--kandungan kamu udah berapa bulan sayang?"

"Mau jalan 6 bulan, ma"

"Hah? Cucuku udah mau lahir, kamu baru di kenalin mama hari ini?"

"I-iya ma.." Lagi, aku hanya bisa tersenyum kaku ketika mendengar bayiku telah di akui mama sebagai cucunya. Huh~ senang sekali rasanya mama menerima kehadirannya.

Akhirnya kami ngobrol-ngobrol dan menceritakan semua bagaimana awalnya aku bisa menikah dengan pak Jeff pada mama. Awalnya aku pikir mama akan kecewa jika pernikahan kami terjadi akibat kelalaian aku dan pak Jeff, namun semua diluar dugaan lagi. Mama justru tampak biasa saja dan terkesan tidak ambil pusing atas kejadian itu.

Wrong Marriage || JaeYong 21+ (✔)Where stories live. Discover now