Follow me!!
Plagiat dilarang mendekat!!
●●●
"Kita selalu berbicara tentang selamanya, tapi nyatanya kita lupa jikalau keabadian itu tak pernah ada. Karena pada akhirnya, yang benar-benar kamu miliki hanyalah kenangan."
●●●
HAPPY READING!!!!
|19-dese...
HALLO!! INI ADALAH CERITA BARU BOBBABIRUBA!! COBALAH BACA BEBERAPA PART DIAWAL, SO PASTI KETAGIHAN!!
Tinggalkan vote dan komen agar aku tahu kamu memang ada mwehehehe
HAPPY READING LUV🤍
| |
"Takdir membawa dua jiwa dalam pertemuan yang mengantarkannya pada kisah tak terduga."
- Happy reading -
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Brumm
Brummm
"Halcyon!!"
"Wuhuuuuuuu...!!"
"Gamma! Gamma! Gamma!!!"
"Ayo Revan!! Kalahin Gamma!"
"Hiraeth bisa!!!"
Suara hiruk pikuk memenuhi arena balap malam ini. Jam menunjukkan pukul 12 AM, tapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyaksikan balapan liar antara ketua Halcyon dan wakil ketua Hiraeth.
"Ready?!!"seorang pria dengan sepotong kain ditangannya bertanya, lalu diangguki oleh dua orang yang telah duduk di motor masing-masing.
"One!"orang tersebut mulai menghitung, diikuti peserta balap yang menurunkan kaca helm full face nya.
"Two!"
"Three!"
"GO!!"bersamaan dengan kain yang terlempar ke udara. Menandakan balapan dimulai.
Motor melaju untuk saling beradu kecepatan. Tatapan tajam sekaligus meremehkan sama-sama terlempar dari keduanya.
"Sialan!!"
Gamma, pemilik motor berwarna hitam itu mengumpat kasar karena Revan menyenggolnya hingga sedikit oleng. Wajah datar disertai tatapan tajam menyorot sang lawan yang mengacungkan jempolnya ke bawah.
Lelaki itu semakin menge-gas dengan kecepatan penuh. Saat menyalip Revan yang hanya berjarak satu meter darinya, Gamma melakukan wheelie.
Jauh di depan sana terlihat garis finis dengan sorak keramaian yang menyambut. Gamma meninggalkan lawannya yang kini tengah geram, menatap ia dengan marah. Meski Revan beberapa kali ingin menyalip tapi Gamma tak membiarkan itu.
Hingga akhirnya motor Gamma berhenti tak jauh setelah ia melewati garis finis.
Lelaki itu membuka helm, lalu tersenyum culas sembari menyugar rambutnya. Sorak-sorai terdengar sangat ramai. Rasanya begitu memuaskan ketika adrenalinnya memuncak dan disambut teriakan mereka yang mengagumi kehebatannya.