2-2 juga sayang ayah

83 22 7
                                    

.
.
.

.Panggilan

Setidak jelas apapun Blaze, Solar tetap memanggilnya kakak. Tapi sebaik apapun Thorn, Solar akan tetap memanggilnya Thorn. Tapi kadang-

"Kak Thorn- eh-"

Wah, siyal, keceplosan. Solar menatap Thorn yang memutar tubuhnya bak slow motion dalam film drama romantis abad tiga puluhan.

Solar mulai merinding.

"K-k-k-k-kak... GASP!! KAK GEMMMMM!!!! KAK HALIII!!! KAKAK TAUFAN!!!! KAK BLAZEE!!! KAK ICEEE!!!! SOLAR MEMANGGILKU KAK!!! KITA HARUS RAYAKAN!!! KYAAAAAAA!!"

"Th-Thorn, dengar-"

"WAAAAAAAAAA SOLAR MEMANGGILKU KAKKK!!!!"

Percuma, Thorn sudah berlari keliling rumah sambil berteriak kegirangan.

Inilah alasan Solar tidak akan memanggil Thorn seperti yang lainnya. Reaksinya terlalu, terlalu melebihi batas. Solar berdiri di tempatnya menahan tangis malunya.
.
.
.

.Curang

Solar dan saudara-saudaranya punya baaaaaanyak sekali sepupu yang terkadang main ke rumah mereka. Di antaranya adalah Supra dan Gentar.

Kadang, Solar akan diajak jalan oleh mereka.

Saat ini, Solar, Supra, dan Gentar keluar ke sebuah swalayan yang jaraknya cukup ditempuh dengan sepeda. Karena sepeda di rumah Solar juga lumayan banyak, ketiganya memakai sepeda sendiri-sendiri.

Mereka berhenti di depan swalayan yang sudah berjajar motor dan sepeda. Tapi ada sebagian area yang kosong dan terdapat palang bertulis,

"PARKIR KHUSUS SUPRA"

"WAH, WAH WAH, ini sih gak bisa dibiarkan! Kenapa cuma Supra doank yang boleh parkir di sini?! Aku juga mau! Orang lain juga mau!"

Gentar mengomel sambil menunjuk-nunjuk palang itu tidak terima.

"Gak gitu Gen-"

"Siapa sih yang pasang?! Kenapa pula mereka bisa kenal Supra?!"

"Gentar-"

Solar menghentikan panggilannya saat Supra menepuk bahunya dan menggeleng.

"Anggap aja gak kenal, masuk yuk."

Solar melongo. Gentar mengamuk. Supra menarik Solar masuk ke swalayan tanpa lagi menoleh ke belakang.
.
.
.
.Coba tebak

"Sol."

"Hm?"

"Coba tebak deh."

Oh, shied, here we go again.

"Tebak apa, Bang?"

"Buah, buah apa yang gak seger?"

"...buah busuk?"

"Alpucat. Hihihihi kasihan ya Sol, buahnya pucet wkwkwkw."

"..."

"Bang Blaze, Solar mau ngerjain tugas dulu ya, dah."

"LOHH SOLL??? MINIMAL KETAWA KEK???"
.
.
.
.
.Ayah

"Yah?"

"Iyaahhh ada apa anak bontot Ayah~??"

"Yah, udah ah, Solar mau ngomong deh."

"Ngomong apa??"

"UAS Solar dipisah dari paket UAS biasa— Yah, lepasin tangan Ayah dulu, Solar gak bisa napas," kata Solar yang dipangku ayahnya dan dipeluk erat-erat.

"Halaahhh :("
.
.
.
.
.Gak gitu, Yah

Kalian tahu darimana kicauan gurau garing seperti gorengan milik abang-abang Solar berasal? Benar, dari ayah. Pernah suatu ketika,

"Sol, temen Ayah kemarin kan demam—"

"Temen Ayah yang mana?"

"—terus Ayah kompres jadinya malah rar."

"Gak gitu, Yah. Gak gitu."

Solar menutupi wajahnya karena malu sang ayah mengeluarkan jokes nya di tengah mereka membeli martabak.

Daily SolarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang