🍂Part 1

41.4K 2.5K 37
                                    

   SEORANG gadis berwajah pucat terbaring dibrankar UKS sekolah. Mata yang tadinya tertutup rapat, kini perlahan terbuka, menampilkan iris coklat miliknya. Adrea mengerjab pelan, berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya.

Suara ringisan keluar dari mulutnya ketika kepalanya berdenyut nyeri. Tangannya terangkat untuk memijitnya pelan, berharap rasa sakit itu reda.

Adrea mendengus sebal ketika mengingat insiden terjatuh dikamar mandi tadi. Bisa-bisanya ada sabun terletak dilantai basah itu.

Apa mungkin sabun itu terjatuh atau karna ia yang toledor? Entahlah memikirkan itu semua membuat kepalanya semakin pusing.

"Rea, kamu udah sadar?" Suara lembut itu mengalun diperdengarannya sontak ia menoleh mendapati seorang gadis berparas cantik dengan pahatan wajah yang sempurna tersenyum padanya.

"Ini saha nying?" Batin Adrea binggung ketika gadis itu beranjak dari sofa dan berjalan mendekatinya.

Adrea mengamati gadis itu yang sudah duduk di bangku tepat disamping brankas. Adrea tidak bisa menyembunyikan kekagumannya atas paras sempurna didepannya ini.

Mata indah, bulu mata lentik, hidung kecil mancung, bibir tipis pink alami, wajah cantik, bahkan semua yang ada ditubuh gadis itu seperti memang diciptakan sebegitu sempurna. Jujur dia jadi insekyurr.

Gadis itu mengerjab beberapa kali merasa aneh ditatap se intens itu. Dia meneliti penampilannya, mungkinkah ada yang salah darinya?

"Emm... Rea, kamu gak papa kan? Aku minta maaf karna nolongin aku kamu jadi kayak gini," Gadis itu tertunduk merasa tidak enak. Adrea yang tadinya sibuk mengagumi ciptaan tuhan didepannya ini lantas tersadar dari lamunannya.

Adrea tertawa sumbang binggung harus menghadapi situasi ini. Dia jelas tidak mengenal sosok didepannya ini tapi kenapa gadis itu bersikap seakan dia mengenal dirinya?

Adrea berdehem lalu mengibaskan tangannya bersikap sksd pada gadis itu seperti yang dilakukan gadis itu padanya.

"Hahaha.. santai-santai gue emang baik kok. Lupain aja," Ucap Adrea ngasal walaupun sebenarnya tidak mengerti apa yang dikatakan lawan bicaranya ini.

Terlihat gadis itu mengukir senyum padanya. Membuat Adrea meringis, kenapa tuhan tidak memberikan pahatan wajah seperti ini juga untuknya?

"Senyumnya anjim! Kalau gue cowok udah gue pacarin lu," Batinnya.

"Kamu udah gak papa kan? Ada yang sakit gak? Kalau iya aku panggilin dokter ya," Ujar gadis itu yang masih tidak Adrea ketahui namanya.

Adrea menggeleng sebagai bentuk respon. Ia menelisik seluruh ruangan yang dia yakini adah ruang UKS.

Tunggu...UKS?

HAH? UKS!

Adrea melebarkan matanya ketika menyadari sesuatu yang aneh. Dimulai dari ia terbangun disini dan gadis ini yang berlagak mengenalnya. Bukankah seharusnya dia berada dirumah sakit?

Adrea menatap gadis itu dengan pandangan sulit dimengerti, melihat penampilan gadis itu yang dibalut seragam sekolah. Matanya berpindah menatap tubuhnya sendiri yang juga berseragam sama persis dengan gadis itu.

Apa-apaan ini?

Adrea panik. Dia segera turun dari brankar lalu berlari keluar UKS. Matanya menyapu seluruh lorong disana, atensinya menangkap siswa-siswi yang berjalan, berkumpul dan duduk di bangku yang tersedia.

Male lead AntagonistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang