🍂Part 3

31.1K 2.2K 21
                                    

   ADREA kini sudah berada diruang BK, ruang yang sangat ditakuti oleh para murid karna harus berhadapan dengan guru seperti Bu Jenar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

   ADREA kini sudah berada diruang BK, ruang yang sangat ditakuti oleh para murid karna harus berhadapan dengan guru seperti Bu Jenar. Bu Jenar sendiri adalah guru tegas dan sangat ditakuti dikalangan siswa-siswi.

Guru yang memberikan hukuman tidak main-main untuk memberi ganjaran pada murid nakal. Menurutnya, dengan cara itu siswa-siswi yang selalu melakukan maupun mencari masalah tidak akan berani mengulang kesalahannya. Dan terbukti, beberapa dari mereka tidak pernah lagi menapakkan kaki diruangan itu.

Dan kini giliran Adrea yang memasuki ruangan itu. Gadis yang tertangkap basah oleh Pak Topan karna mencuri mangga milik sekolah.

Kini ia sudah berhadapan langsung dengan guru yang bersangkutan. Didalam ruang itu ada dirinya, Bu Jenar, pak Topan, dan terakhir siswa yang menolongnya tadi, Nathan.

"Kamu tau apa kesalahanmu Adrea?" Tanya Bu Jenar dengan nada tegas terdengar berwibawa. Namun pertanyaan itu hanya seperti angin lalu karna tidak ditanggapi oleh sang empu yang kini sibuk menatap semut yang berjalan diatas meja.

Bu Jenar yang merasa diabaikan berusaha sabar menghadapi siswi didepannya ini.

"Kesalahan kamu yang pertama, membolos ketika pelajaran masih berlangsung. Kedua, memanjat pohon dan mencuri mangga sekolah." Jelas Bu Jenar menatap Adrea yang terlihat mengacuhkannya sedari tadi.

"Sekarang kamu sudah tau apa saja kesalahan kamu hari ini?" Tanya Bu Jenar membuat Adrea mengalihkan perhatiannya pada guru itu.

Adrea mengangguk singkat sebagai jawaban. Tak ada reaksi lebih yang diperlihatkan olehnya. Nathan yang sedari tadi memperhatikan sikap santai gadis itu membuat kedua sudut bibirnya terangkat. Ia tidak habis pikir, ada siswi yang begitu santai berhadapan dengan Bu Jenar.

Padahal jika murid lain yang memasuki ruangan ini, mereka pasti akan menunjukkan raut sedih dan menyesal karna kelakuan mereka yang membuatnya harus berurusan dengan Bu Jenar.

Mereka akan memohon dan berjanji untuk tidak melakukan kesalahan yang sama, namun Adrea tidak menunjukkan reaksi apapun selain wajah datarnya.

Sama halnya dengan Bu Jenar yang sedikit heran karna respon singkat siswi didepannya. Ia tidak mendapati rasa gugup dimata siswinya yang satu ini.

"Jadi apa hukuman saya?" Tanya Adrea membuka suaranya setelah tersadar merasa mengabaikan guru didepannya.

"Bersihkan toilet yang berada dilantai dua," Jawab Bu Jenar membuat Adrea melongo.

Apa katanya? Membersihkan toilet? Toilet yang pastinya sangat jorok dan bau? ia menggeleng tegas menolak hukuman yang diberikan Bu Jenar padanya. Yang benar saja!

Lagi pula ia hanya melakukan 2 kesalahan. Apa tidak ada hukuman yang lebih ringan yang tentu tidak membuatnya capek dan mudah dilakukan. Untuk membersihkan toilet itu, memangnya disekolah ini kekurangan petugas kebersihan?

Male lead AntagonistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang