🍂Part 4

28.9K 2.1K 25
                                    

   SETELAH menyelesaikan hukumannya, Adrea berjalan bersama Nathan menuju kantin saat merasakan perutnya mulai terasa perih karna belum terisi apapun selain buah mangga hasil mencuri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

   SETELAH menyelesaikan hukumannya, Adrea berjalan bersama Nathan menuju kantin saat merasakan perutnya mulai terasa perih karna belum terisi apapun selain buah mangga hasil mencuri.

Sesampainya dikantin, keadaan begitu ramai karna memang sudah waktunya jam istirahat. Banyak yang hilir mudik untuk mengantri, terlihat jelas wajah-wajah orang kelaparan disini.

Suara helaan nafas terdengar, Nathan menoleh mendapati air muka Adrea yang melas. Ia terkekeh geli lalu menarik gadis itu menuju tempat duduk yang kosong dipojok kiri.

Hal itu tak luput dari penglihatan para penghuni kantin, mereka mulai berbisik membicarakan Nathan dan Adrea.

Omaygot Nathan makin ganteng aja sih

Ngapain dia sama Nathan gue?

Eh, itu kan yang kemarin didorong sama Ashland kan? Masih hidup ternyata

Halah, paling nyari muka. Biasalah gak dapat Ashland cari yang lain. Murahan! Najis banget ada siswi kayak gitu disekolah ini

Dll.

Adrea berhenti ketika mendengar ucapan itu. Ia tau itu sebenarnya ditujukan untuk Adrea yang asli, tapi dia sekarang tengah berada ditubuh si pemilik. Bukankah sudah pasti hinaan barusan memang mengarah padanya?

Dan hal itu sedikit membuatnya emosi, Adrea bukanlah tipe orang yang penyabar. Hal kecil saja membuatnya kesal apalagi mendapat hinaan seperti ini? Tentu saja ia tidak terima, orang kalau dibiarin pasti ngelunjak. Dan Adrea tidak ingin namanya buruk walau mungkin sudah buruk sih.

"Eh?" Nathan berhenti ketika merasakan sebuah tangan melepaskan genggamannya. Matanya memperhatikan Adrea yang berbalik berjalan kesalah satu meja para siswi yang tak cukup jauh dari tempatnya berdiri.

Brak!

Geprakan cukup keras itu berhasil mencuri perhatian. Mereka memperhatikan salah satu meja disana yang terdapat seorang siswi berdiri menatap emosi para kumpulan siswi dimeja tersebut.

"Ada masalah lo sama gue? Bilang sini, berani banget mulut tai lo ngatain gue begitu. Siapa lo? Anak pejabat? Ingat ya, kita sama-sama napak dibumi jangan sok paling suci lo disini." Semprot Adrea pedas. Wajah siswi yang mengatainya tadi memerah karna malu saat semua mata tertuju padanya.

"Berlagak sok. Disamperin takut. Ck," Setelah dirasa sudah memberikan siraman rohani untuk menyadarkan mereka. Adrea kembali berjalan santai mendekati Nathan yang berdiri tak bergeming menatap tindakannya barusan.

"Hehehe sorry ya, ada kendala dikit." Kata Adrea memamerkan gigi putihnya.

Keadaan kembali seperti semula setelah drama yang dibuat Adrea selesai. Sebagian dari mereka yang menonton mendesah kecewa karna tidak ada adegan lebih, padahal mereka sudah mengharapkan adanya tamparan sayang dari pihak yang ngelabrak. Sayang seribu sayang karna itu tak terjadi.

Male lead AntagonistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang