🍂Part 11

21K 1.5K 57
                                    

°Selamat membaca📖°

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°Selamat membaca📖°

MENGIGIT kuku ibu jari sudah kebiasaan Adrea saat merasa tertekan. Ucapan Veno sebelumnya berhasil membuat Adrea tidak dapat berfikir dengan baik. Tadinya Adrea pikir bebannya sudah berakhir setelah melakukan balas dendam, namun ia salah. Tindakannya malah semakin membuat Adrea dekat dengan mautnya.

Bagaimana ia harus mengatasi masalah ini? Apalagi mengingat bagaimana kejamnya tokoh antagonis itu Adrea tidak yakin ia akan selamat dari amukannya.

Sungguh! Mana Adrea tau kalau motor yang dirusaknya adalah milik Ashland, jika tau dari awal Adrea tidak akan berfikir untuk merusak motor milik tokoh kejam itu. Sudah pasti Adrea akan melupakan rasa kesalnya, namun nasi sudah menjadi bubur.

Adrea tinggal menghitung menit sebelum ajal menjemput. Bye.. Nathan aku akan mengingat pertemuan singkat ini, semoga harimu Senin terus.

Adrea melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 11.00 lalu ia segera bangkit. Untungnya kelas kali ini jamkos karna guru sedang rapat, jadi Adrea pikir ia harus membuat sebuah kesan sebelum koit.

Baru juga login udah disuruh log out.

Saat sampai diambang pintu kaki Adrea berhenti, tidak jauh dari keberadaannya dari arah kiri koridor Adrea melihat sosok Nathan.

Baru juga ingin dicari orangnya sudah didepan mata.

Dengan langkah ringan Adrea melangkahkan kakinya mendekati pria itu yang tengah berbicara dengan seorang siswi.

"Ayo sungkeman dulu sebelum mati Rea." Gumamnya.

Perlahan langkah kaki Adrea melambat melihat raut wajah Nathan yang tidak baik-baik saja.

Apa yang mereka bicarakan?

Sepertinya sangat serius. Adrea tidak begitu mendengar apa yang mereka bicarakan, semakin kakinya melangkah mendekat samar-samar ia mulai mendengar.

"Kita nggak bisa biarin dia kayak gini terus, Nat. Lo liat sendiri kan? Kalau udah emosi dia nggak mandang bulu buat mukul orang. Pikirin nasib mereka yang jadi korban."

"Kita harus tegas kali ini, Nat. Sebelumnya kita cuman ngasih peringatan tapi kali ini dia udah keterlaluan. Bahkan video dia udah ditonton ratusan orang!" Lanjut Audrey, lawan bicara Nathan.

Helaan nafas gusar keluar dari sela bibir Nathan, ia memijit pelipisnya yang terasa sakit mendengar setiap aduan dari berbagai murid mengenai tingkah Ashland kepadanya.

Tanpa sengaja ia melihat Adrea yang berdiri tak begitu jauh darinya, wajah gadis itu terlihat pucat. Apa dia sakit?

Sebelum sempat memanggil, sebuah benda bulat melayang kearah mereka, Nathan melihat Adrea yang masih tak bergeming ditempat. Ia berlari kearah gadis itu lalu menariknya kuat menghindari benda keras tersebut.

Male lead AntagonistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang