🍂Part 14

18.6K 1.5K 137
                                    

°Selamat membaca 📖°

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°Selamat membaca 📖°

   SETELAH mengeluarkan unek-uneknya dikantin tadi serta perdebatan kecilnya dengan Veno. Kini Adrea berjalan riang dihalaman sekolah tanpa beban, mumpung suasana hatinya kembali membaik. Lebih baik ia berjalan-jalan ditaman sembari menikmati cuaca cerah dibawah pohon.

Kakinya melangkah ringan disertai senandung kecil yang terus keluar dari sela bibir Adrea.

Saat ia telah memasuki kawasan taman dibelakang sekolah, spontan kaki gadis itu berhenti saat netranya menangkap sosok yang terasa familiar.

Dengan sigap, Adrea berjongkok dibalik tanaman. Perlahan ia mulai mengintip interaksi dua orang berbeda jenis itu dengan mata menyipit. Jarak antara mereka dan dirinya cukup jauh, Adrea tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.

Erliza? Ashland? Ngapain tuh? Kepo Adrea dalam hati.

Ia jadi teringat dengan alur novel. Melihat suasana, tempat, dan tokoh yang terlibat Adrea berfikir saat ini novel baru berjalan sampai....Part 5?

Wah, wah! Rupanya begitu. Kalau itu benar, apa Ashland mulai tertarik dengan Erliza? Mengingat disaat ia memasuki novel ini pertama kali, tepatnya dikantin waktu itu bersama Nathan. Ia mendengar salah satu siswi yang mencemoohnya mengatakan bahwa ia didorong oleh Ashland hingga masuk ke UKS.

Kejadian itu rupanya yang menjadi alasan Adrea figuran koit. Ternyata gadis itu mencoba menyelamatkan Erliza dari Ashland lalu berakhir didorong kasar hingga membentur keras pembatas besi tangga hingga menimbulkan luka dikeningnya.

Dan, dan...

...itu PERTEMUAN PERTAMA Erliza dan Ashland?

Omaighaaaatt! 

Apa takdir akan tetap membawanya ke liang lahat?

Adrea memukul kepalanya karna berfikir buruk. Tidak! Ia tidak akan mati untuk kedua kalinya! Ia sudah bertekad akan membuat akhir yang bahagia!

Mengangguk mantap membenarkan tujuannya, Adrea mengangkat kepalan tangannya keatas memberi semangat pada diri sendiri.

Adrea melotot saat Ashland melirik kearahnya. Dengan hati berdebar takut, Adrea langsung bersembunyi dibalik pot besar. Sayangnya itu tidak benar-benar menutupi seluruh tubuhnya.

Ia merutuki kebodohannya barusan karna telah membuat Ashland menyadari ekstensi-Nya. Entah apa yang akan terjadi setelah ini, Adrea jadi risau tak menentu.

°•°•🍁•°•°

Ashland menyeringai saat sosok gadis disana berusaha bersembunyi ketika mata mereka saling bersitatap.

Male lead AntagonistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang