GENGSI

33.9K 1.6K 9
                                    

Assalamu'alaikum

Jangan lupa follow ig author:@wp.gulajawa
Gus Agam : agamganteng_12

Sebelum membaca awalli dengan
Bismillahirrahmanirrahim

REVISI BAB 14
Warning : maaf alur / judul bab sedikit berbeda. Selamat menikmati.

 Selamat menikmati

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Waktu berlalu. Malam yang gelap dan sunyi kini berganti menjadi terang benderang, dan dipenuhi nyanyian merdu dari burung yang berkicau.

Cahaya matahari yang masuk melalui ventilasi udara menerpa wajah tampan milik seorang kulkas pesantren, yaitu Gus Agam.

" Ternyata masih tertidur. Seperti nya tidur kamu nyenyak sekali."

Dengan langkah perlahan  Gus Agam mendekat ke tubuh gadis kecil, yang kini sudah sah bagi nya.

Ketika sudah tiba dihadapan tubuh Ziva. Gus Agam segera berjongkok, hingga menyisakan jarak dekat antara wajah nya dengan wajah Ziva.

" Hey gadis kecil. Nyenyak sekali tidurnya. Bangun sudah pagi," dengan nada dinginnya Gus Agam membangunkan Ziva, dengan mengguncang pelan tubuh miliknya.

Ziva yang merasa terusik pun akhirnya memilih membuka matanya. Dengan perlahan Ziva membuka matanya itu. Ziva terkejut ketika melihat wajah Gus Agam yang teramat dekat itu.

" Kyaaa."

Plakk.

Satu tamparan tepat mengenai pipi mulus milik Gus Agam. Ketika Ziva sudah menyadari kesalahannya. Ziva buru-buru menutupi dirinya dengan selimut tebal.

Gus Agam tentunya  tersentak kaget, dengan prilaku dari Ziva. Namun mau bagaimana lagi?Hela an nafas terdengar dari Gus Agam. Jika dipikir-pikir, ini juga salahnya karena mengagetkan Ziva, dengan jarak wajah mereka yang cukup dekat.

" Maaf banget Gus, maaf. Jangan hukum Ziva. Anu Ziva ga sengaja, tadi refleks karena Gus Agam terlalu deket. Ziva terkejut," akui Ziva dari dalam selimut.

" Buka selimutnya Ziva," pintah Gus Agam.

" Enggak."

" Buka."

" Enggak."

Ziva dan Gus Agam saling tarik menarik selimut , yang menyelimuti tubuh Ziva.

istri mungil nya Gus Agam (REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang