IBADAH

32.6K 1.3K 29
                                    

Assalamu'alaikum

Jangan lupa follow ig author:@wp.gulajawa
Gus Agam : agamganteng_12
Mas Iqbal : mas_iqbalkece
Geng motor: @red.devils356

Sebelum membaca awali dengan
Bismillahirrahmanirrahim

REVISI BAB 26
Warning : maaf alur / judul bab sedikit berbeda. Selamat menikmati

 Selamat menikmati

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

Setelah berpamitan untuk pergi kehotel. Gus Agam segera melajukan mobilnya untuk pergi kehotel yang ia pesan. Sedangkan Ziva sendiri, dirinya  asyik dengan tidurnya tanpa bangun sama sekali.

Setelah beberapa menit dijalan , akhirnya mereka tiba di sebuah hotel bintang lima. Dengan perlahan Gus Agam menggendong Ziva keluar dari mobil, untuk menuju lobby hotel. Beruntung sekali Ziva tidurnya nyenyak, tak terusik sama sekali.

Setelah menkonfirmasi pesanan, Gus Agam lekas menuju kamar dengan menggedong Ziva ala bridal style nya.

Letih, tapi hal itu tak dirasakan sama sekali oleh Gus Agam. Setelah berjalan dan menaiki lift , akhirnya Gus Agam tiba dikamar mereka. Lekas lah Gus Agam memasuki kamar hotel dan membaringkan Ziva dikasur.

" Sudah jam 10 aja, " gumam Gus Agam saat melihat jam di ponselnya.

Gus Agam pun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Beberapa menit Gus Agam pun keluar dengan hanya menggunakan piyama. Saat membuka pintu keluar dari kamar mandi, alangkah terkejutnya Gus Agam melihat istrinya dalam keadaan menempel didinding, bak cicak saja.

" Sayang kamu lagi ngap-"

" Stthh. Mas jangan berisik, " ujar  Ziva memotong perkataan Gus Agam, kemudian mulai menempelkan telinganya pada didinding kembali.

Gus Agam mengangguk dengan perkataan Ziva. Dirinya dengan  perlahan mulai mendekati Ziva. " Lagi denger apa sih sayang?"

" Shuuut, mas dengerin sini. Ziva dengerin suara dari sebelah, sepertinya cewenya di sakitin sama cowoknya deh. Ampe merintih kesakitan tuu!!"

" Kekerasan?" panik Gus Agam.

Ziva hanya membalas anggukan kecil kepada sang suami. Setelah mengetahui hal tersebut , Gus Agam mendekatkan telinganya didinding itu, namun yang ia dengar adalah suara desahan dari kamar sebelah.Sontak hal ini membuat Gus Agam tersipu. Bisa-bisa nya Ziva berkata suara itu akibat kekerasan.

" Ehem, sayang. Sudah yaa, jangan didenger lagi  tidak baik," dahi Ziva mengerut, kenapa sang suami terlihat tersipu?. 'Bukankah ini kekerasan' isi pikiran Ziva.

" Bahaya ini mas, kita harus langsung dobrak pintu mereka, kasian si cewe keknya disiksa, kalau dibiarkan sampai besok. Ceweknya udah meninggal," ujar Ziva dengan polosnya.

istri mungil nya Gus Agam (REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang