CEMBURU NYA IBU NEGARA

24K 1.1K 20
                                    

Assalamu'alaikum

Jangan lupa follow ig author:@wp.gulajawa
Gus Agam : agamganteng_12

Sebelum membaca awali dengan
Bismillahirrahmanirrahim

REVISI BAB 31
Warning : maaf alur / judul bab sedikit berbeda. Selamat menikmati

 Selamat menikmati

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***

Waktu sudah berlalu. Langit yang gelap berubah menjadi terang-benderang. Saat ini Ziva dan Gus Agam tengah bersiap untuk berangkat ke madrasah.

" Mas," Gus Agam yang merasa dipanggil pun lekas menoleh kearah Ziva. " Dalem sayang."

" Nanti bisa ke indomaret kan?"

Dahi Gus Agam mengerut, seperti memikirkan jadwalnya. " Bisa, emangnya kenapa hmm?"

" Roti tawar Ziva habis!!"

" Haaaa? Sejak kapan kamu beli roti tawar?" tanya Gus Agam dengan polosnya.

" Is bukan ituu!! Tapi roti tawar pembalut," tutur Ziva seraya mendekat kearah Gus Agam.

" Mas?? Beli pembalut!! Mamas beli? Pembalut?" bingung Gus Agam.

" Iyaa belikan ya. Stok buat Ziva abis, kan Ziva harus ganti habis pulang sekolah," kata ziva dengan raut memelasnya.

" Emang kalau ga ganti gimana?"

" Gawat mas, bisa bocor. Emang mas Agam mau rumah ini penuh dengan darah kotor Ziva," ucap Ziva seraya membuka pintu kamar.

Gus Agam terdiam sejenak memikirkan perkataan Ziva. Didalam pikiran Gus Agam ( rumah berantakan dimana mana banyak darah kotor Ziva).

" Astaghfirullah," ucap Gus Agam yang tak sanggup untuk memikirkannya lagi.

" Nah kan...bahaya kan, makanya nanti mas belikan ya."

" In sya Allah "

" Ya sudah, yuk berangkat ke Madrasah," ajak Ziva

" Let's go my princess. "

Keduanya pun lekas pergi dari area kamar Mereka untuk menuju pintu keluar.

***

Kini Gus Agam dan Ziva sudah berada di teras depan rumah.

" Bentar mas kunci dulu," ujar Gus Agam seraya mengunci pintu

" Hmm."

" Ya sudah yokk."

Ziva lekas mengangguk. Keduanya pun segera berangkat meninggalkan area ndalem menuju Madrasah.

Gus Agam sengaja mengantar Ziva hingga ke depan kelasnya, ini sudah seperti kewajiban bagi Gus Agam.

Setelah mengantarkan Ziva hingga masuk kelas , Gus Agam pun segera berlalu pergi menuju ke kantor.

istri mungil nya Gus Agam (REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang