Setelah berhasil merebut dan membawa kembali pulau Sumatera dari Oceania. Akhirnya markas Indonesia menjadi lebih luas dan teknologi juga pertahanan mereka semakin kuat. Juga beberapa anggotanya diberikan waktu istirahat oleh Mayor Jerome.
Di sisi lain, Byla yang berada di dapur sedang membuat kopi untuk dirinya sendiri. Tak lama setelah itu, seorang gadis remaja seusianya menghampirinya ternyata dia temannya Byla semasa sekolah, Zenlyan atau di panggil Zenly.
Zenly: “Bil, kau ada kenal cowok yang tinggi, kulitnya agak pucat, rambut hitam yang agak berantakan dan katanya dia seangkatan denganmu, tau gak?”
Byla: ”huh??? sapa? yang mana maksudmu, Ly? banyak cowok yang kayak gitu, kau tau dimana cowok itu?”
Zenly: “tau”
Byla: “anter aku kesana, aku gak tau siapa yang kau maksud”
Tanpa lama-lama, Zenly mengantar Byla ke lokasi cowo yang dimaksudnya. Sesampainya di lokasi, ternyata Zenly mengantar Byla ke ruang kerja Noah bersama anggotanya.
Byla: “yang mana?”
Zenly kemudian menunjukkan salah satu cowo yang sedang berbicara dengan Noah sendiri.
Byla: ”itu maksudmu?”
Zenly: ”ya, yang putih itu”
Byla: ”oh, Arsen namanya. Lu suka?”
Zenly: “ya…”
Tiba-tiba Byla memanggil Arsen dan Zenly langsung terkejut dan malu pada tindakan Byla. Arsen kemudian mendekati mereka dan terlihat jelas, tinggi Byla dan Arsen hanya berbeda sekitar 5cm.
Arsen: “ada apa, Byla?”
Byla: ”sejak kapan kau semakin tinggi?”
Arsen: “sejak lahir”
Byla: ”asu, oke. Kembali ke topik, jadi aku kemari hanya untuk memberitahumu kalau aku sudah mengirimkan laporan hasil pemeriksaan markas selatan yang baru saja Mayor buatkan”
Arsen mengangguk sebagai jawaban dan melirik sedikit ke arah Zenly dari atas sampai bawah.
Arsen: “siapa cewe mungil di sebelahmu itu?”
Byla: “teman lama”
Arsen: “nama?”
Byla: “Zenlyan, dipanggil Zenly atau Lily. Terserah elu sih”
Arsen: “oke.”
Byla menyadari bahwa Arsen sedikit berbeda dari sebelumnya jadi dia memutuskan bertanya.
Byla: ”kenapa kau bertanya? Tidak biasanya kau tertarik”
Arsen hanya menghela nafas pasrah karena dicurigai oleh Byla.
Arsen: “nanya doank, salah? Jangan terlalu sensitif seperti itu dengan orang lain, Byla”
Byla: “hanya tidak biasanya saja”
Arsen: ”aku kembali bekerja dulu kalau tidak ada yang perlu kau katakan”
Dan Arsen pergi meninggalkan mereka berdua begitu saja. Byla sedikit kesal dengannya dan memendamnya saja.
Zenly: “Bil, jangan tiba-tiba kayak gitu lagi pliss. Kaget tadi”
Byla: “gak kok, paling aku ulangi lagi kalo pas gabut”
Zenly: “jangan gitu Bil”
Byla: “iya, iya”
Mereka berdua kemudian keluar dari ruangan dan berjalan berdua sambil berbincang tentang kegiatan Byla selama ini dan juga Zenly meminta Byla untuk menceritakan sedikit tentang Arsen. Selama perjalanan mereka kembali bertemu dengan beberapa teman sekelasnya yang berhasil Byla bawa kembali ke markas dengan selamat. Pada awalnya pembicaraan dibawa santai saja tapi kemudian salah satu temannya, Shela bertanya pada Byla apakah semua orang bisa menjadi prajurit?
Byla: ”tidak semuanya, kau harus benar-benar punya bakat tertentu dan itu tergantung pendapat 5 prajurit yang diakui oleh Mayor Jerome”
Zenly: “itu berbeda-beda bidang kah nantinya?”
Byla: ”tepat, karena mereka akan langsung memasukkan kalian ke tim kalian yang cocok dengan kemampuan kalian. Kalau tidak, kalian berarti gagal”
Nadia: “kau pasti tau kunci jawaban agar bisa lolos dari seleksi itu? Bagilah kunci jawabannya Byla, masa kau rela gak kasih”
Byla: “emang gitu sih niat aku, apa untungnya ikut berperang kalau gak punya bakat?”
Zenly: “benar sih”
Shela: ”setidaknya kau bisa mengajari untuk itu”
Byla: “ya, apa… beberapa dari kalian ingin bergabung?”
Mereka semua saling bertukar pandang dan mulai ada 3 diantara temannya mengangkat tangan, yaitu Nadia, Zenlyan dan Shela. Byla hanya diam dan mengangguk.
Byla: “okeh, kalian bertiga sudah yakin?”
Nadia: “sangat”
Zenly: “tidak perlu tanya lagi”
Shela: ”sudah”
Byla: “fine, kalian sudah menyiapkan dimana posisi kalian seharusnya nanti?”
Shela: “aku mengambil pasukan yang sama sepertimu, karena aku cukup suka dengan pasukanmu”
Nadia: “aku di pasukan Wakil Kapten Adya, soalnya aku gak terlalu hebat dalam pertarungan tapi aku bisa dalam pengetahuan teknik dan berbagai lainnya”
Byla:”lumayan bagus, kalau denganmu Zenly?”
Zenly: “aku kayaknya milih posisi yang sama denganmu kayaknya Bil”
Byla: ”yakin?”
Shela: “gak mau sama yang ganteng tu? sapa namanya Bil?”
Byla: “Arsen”
Zenly: “sudahlah Byla, Shela. Sebelum bengkak pipi kalian berdua nanti kalau aku sudah kehabisan sabar”
2 bulan kemudian…
Akhirnya pelatihan Byla pada ketiga sahabatnya kini membuahkan hasil, Zenlyan sudah bisa menguasai beberapa teknik bertarung juga dalam penganalisaan lokasi lawan.
Lalu Shela kini juga mampu bertarung dengan baik berkat tubuhnya yang lincah sehingga bertarung merupakan hal yang simpel baginya, tak hanya bertarung tapi juga memiliki insting yang tajam sehingga dia mampu mengatur titik koordinat posisinya dalam bertarung. Terakhir, Nadia berhasil berkembang dengan kepintarannya tapi tidak baik dalam pertarungan.
Byla: ”baiklah, sepertinya kalian sudah cukup untuk bagian dari pasukan yang kalian inginkan. Minggu depan kalian akan mengikuti seleksi bersama calon prajurit lainnya”
Shela: “Byla, boleh tau gak, peringkat mu setinggi dengan 5 prajurit terkuat itu atau apa?”
Byla: ”peringkatku seingatku itu sekitar 10 besar itu saja yang aku tahu”
Zenly: ”kau gak nanya nomor berapa?”
Byla: “gak sih, malas gua tapi yang pasti gak masuk 5 besar karena itu punya kedua Masterku, Noah, Xavier, Ryder”
Shela: “Mastermu itu Amber dan Alice, kan?”
Byla: “nanya lagi”
Shela: “pengen kutabok kau”
Nadia: “nanti sistem seleksinya gimana?”
Byla: “rahasia, nanti gua dibanned oleh Mayor”
Zenly: “ah, gak seru. Dak berani, gak maen”
Byla: “hehe, tau b**i?? Mirip kek kamu itu”
Mereka berempat kemudian kembali bercanda satu sama lain dan menghina satu sama lain. Meskipun begitu mereka tidak ambil hati dengan sahabat sendiri, yang merasa terhina berarti gak bestie tuh.
Byla: “oke… Shela, Zenly. Kita sparring, sekarang jangan alesan daripada kalian gak lulus seleksi”
Byla langsung menarik kerah baju punggung mereka berdua dan meninggalkan Nadia sendirian.
Nadia: “salah gue apa coba?”
[OPERATOR: TOTAL YANG BERHASIL DISELAMATKAN, 467 ORANG.
TOTAL KEMATIAN, 873 ORANG.
TOTAL YANG TERPERANGKAP, 90221 ORANG.
TOTAL PRAJURIT, 1193 ORANG]
ŞİMDİ OKUDUĞUN
I Can Because I'm Used To It
Tarihi Kurgupeople can change, right? WARNING!!! ini hanya cerita dan tidak untuk membuat kerusuhan. this is just a story and not to riot.
