FIKAR ATAU AGAM?

18.8K 1.1K 48
                                    

Assalamu'alaikum

Jangan lupa follow ig author:@wp.gulajawa
Gus Agam : agamganteng_12

Sebelum membaca awali dengan
Bismillahirrahmanirrahim

REVISI BAB 40
Warning : maaf alur / judul bab sedikit berbeda. Selamat menikmati

 Selamat menikmati

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***



Dengan susah payah Ziva menenangkan sang suami yang semakin menjadi jadi disitu. "Iya,mas iyaa, umi sama abi masih hidup okeh iyaa."

Ziva terus membelai lembut rambut Gus Agam, berharap dapat menenangkan sang suami.

" Sht, udah yaa, sekarang kenapa sampai jatuhin hp segala. Umi sama abi kenapa? " tanya  Ziva seraya terus membelai kepala Gus Agam yang terbenam di tengkuk leher Ziva.

" Abi. Umii. Udah ga ada Ziva," tangis Gus Agam pecah ketika mengucapkan perkataan dari sang suster.

" Inalillahi wa innailaihi roji'un," ucap semuanya.

Ziva yang mengetahui fakta tentang hal itu pun ikut mengeluarkan air matanya. Namun karena demi Gus Agam, Ziva pun berusaha menahan air mata yang kian turun membasahi pipinya. Ziva harus menjadi tegar jika suaminya sedang rapuh.

" Mas, udah ya nangis nya . Gimana kalau sekarang kita kerumah sakit," tawar Ziva.

" Ehem mas Iqbal.. tolong dong siappin mobil nya, and jangan bilang ke siapa-siapa dulu. Cukup kita yang tau, Ziva takutnya ini salah informasi! " tegas Ziva seraya mengusap air mata sang suami.

" Siap Ning," ucap mas Iqbal kemudian segera pergi menyiapkan mobil.

"Ning Ziva kami ikut boleh?" tanya Yaya.

" Yaya, penuh mobilnya," bisik Lisa.

"kalian ikut saya sama Rui saja," sambung Guntur.

" Boleh om ?" tanya Yaya.

" Boleh," ucap Guntur.

Semuanya pun lekas bersiap-siap menuju rumah sakit yang telah diinformasikan.

***

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit itu, Gus Agam tak henti-henti nya menangis. Bahkan hampir saja ingus nya keluar mengotori hijab sang istri.

Gus Agam dan Ziva naik di mobil pribadi milik Gus Agam, dengan disupir oleh mas Iqbal. Sedangkan mobil lain, ada Guntur , Rui, Almaira, Yaya dan juga Lisa.

Didalam mobil Gus Agam. Ziva terus berusaha menenangkan sang suami. Baru kali ini Ziva melihat Gus Agam sehancur ini.

" Kata mas Agam apa? Kehilangan adalah kembalinya yang sedari awal bukan milik kita," ucap Ziva dengan suara yang bergetar menahan tangisan nya.

istri mungil nya Gus Agam (REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang