SUPRISE

17.5K 965 18
                                    

Assalamu'alaikum

Jangan lupa follow ig author:@wp.gulajawa
Gus Agam : agamganteng_12

Sebelum membaca awali dengan
Bismillahirrahmanirrahim

REVISI BAB 53
Warning : maaf alur / judul bab sedikit berbeda. Selamat menikmati

 Selamat menikmati

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Malam hari tiba. Disaat yang lain sibuk dengan tidurnya, Ziva sendiri sibuk mengeluarkan isi perutnya di wastafel kamar mandinya.

"Hoeeek...hoeeek."

Saat ini Ziva tengah berperang dengan rasa mual nya itu. Sudah ada 10 menit Ziva disana.

"Hoeekk...eng–nggak kuat."

Wajah Ziva benar-benar pucat akan hal itu. Setelah merasa cukup tenang, Ziva lekas meraih tisu dan mengusap ke wajahnya. Yang bercucuran keringat.

"Gini ya rasanya hamil," gumamnya.

"Mas Agam, hiksss.. pulang,"rengeknya.

***

Meresa sudah membaik. Ziva lekas keluar dari kamar mandi. Tidak berniat tidur, Ziva memilih untuk pergi kedapur saja.


Setelah sampai didapur, dirinya melihat kearah jam dinding yang terpajang disana. Terlihat jam menunjukan pukul 11 malam.

Tujuan Ziva kedapur ialah ingin membuat teh hangat. Ziva merasa ketika minum teh tersebut, dapat meredakan mual nya itu.

Ziva mulai membuat teh nya seraya bersenandung dengan girangnya. Setelah beberapa menit, teh hangat pun sudah siap. Lekaslah Ziva membawanya ke kamar untuk dinikmati dikamarnya.

***

Saat tiba dikamar, Ziva pun segera menikmati teh hangat itu. Dan benar saja, mual nya sedikit mereda.

"Aduh...kamu bikin energi umi terkuras tau ga," oceh Ziva seraya membelai perut nya itu.

Ziva memperhatikan layar ponsel, dirinya memperhatikan chat terakhir Gus Agam.
"Kok ga dibales, padahal centang dua," kesalnya.

Ketika teh sudah habis, Ziva lekas membaringkan tubuhnya di atas kasurnya. Kelopak mata itu perlahan menutup penglihatannya.

Selang beberapa detik terdengar dengkuran halus dari Ziva. Ziva mulai tertidur pulas setelah meminum teh hangat itu.

***

Kesunyian malam berganti dengan kicauan merdu burung dipagi hari. Sinar matahari mulai memasuki ruangan kamar Ziva.

istri mungil nya Gus Agam (REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang