KHAWATIR

14K 833 20
                                    

Assalamu'alaikum

Jangan lupa follow ig author:@wp.gulajawa
Gus Agam : agamganteng_12

Sebelum membaca awali dengan
Bismillahirrahmanirrahim

REVISI BAB 58
Warning : maaf alur / judul bab sedikit berbeda. Selamat menikmati

 Selamat menikmati

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***


Waktu berlalu. Hari-haru menjadi seminggu, dan seminggu menjadi sebulan. Tak terasa usia kandungan Ziva sudah empat bulan.

Perut dari sang istri sudah terlihat membuncit. Hal itu membuat Gus Agam sangat memperhatikan apa yang Ziva lakukan.

Saat ini Ziva tengah melakukan kemping di halaman area ndalem, bersama santriwati dipondok.

Mereka tengah memperbincangkan keadaan Ziva yang tengah mengandung itu. Pertanyaan demi pertanyaan terus ditanyakan kepada Ziva.

"Ning, hamil susah ga sih?"

Ziva terkikik mendengar pertanyaan dari salah satu santriwati. "Tentu ada susah dan senang. Setiap kehidupan selalu seperti itu."

"Susahnya dimana sih Ning?" tanya yang lain.

"Susahnya, waktu ngidam. Mual-mual tuh, setiap makan gitu. Dan ga boleh bungkuk, bahaya. Ga boleh ngapa-ngapain, sebenernya boleh. Cuma ga boleh berlebihan. Namun, Ziva punya suami itu. Ya yang  ga mau banget istrinya kenapa-napa," jelas Ziva seraya melirik kearah sang suami yang tengah duduk diteras memperhatikan nya.

"Wah enak ya punya suami kayak Gus Agam!!"

Ziva terkikik mendengar perkataan tersebut. "Iya, lumayan enak."

Mata Yaya terus memperhatikan tangan Ziva yang terus mengusap perut buncitnya itu. "Ning, saya boleh mengelus nya ga?"

Ziva lekas menoleh kearah Yaya yang memperhatikan tangannya itu. "Boleh kok, sini-sini. Tapi pelan-pelan ya."

Dengan mata penuh berbinar-binar, Yaya mulai mengarahkan telapak tangannya pada perut Ziva. "Woaah. Gini toh rasanya perut buncit," kekehnya.

"Ning saya juga."

"Saya juga Ning."

"Mau coba juga."

Satu persatu mereka mulai mengajukan diri untuk memegang perut buncit dari Ning mereka.

Gus Agam yang memperhatikan dari kejauhan merasa khawatir akan hal itu. Lekaslah Gus Agam bangkit dan berjalan mendekat kearah Ziva.

istri mungil nya Gus Agam (REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang