🍂Part 18

13.3K 1K 91
                                    

°Selamat membaca 📖°

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°Selamat membaca 📖°

 
   TERKADANG mulut selangkah lebih cepat sebelum sang pemilik tersadar. Terlalu sering, ralat bahkan hampir setiap bicara akan ada kata sarkasme terselip didalamnya.

Kebiasaan.

Mulutnya seolah bekerja secara otomatis tanpa sempat memikirkan efek yang ditimbulkan.

Terbukti, Adrea terjebak karna ulah mulutnya sendiri.

Adrea melirik Ashland takut. Otaknya dipaksa berfikir apa yang harus ia lakukan tanpa membuat emosi pria itu terpancing. Ingat! Ashland itu kejam dan emosian. Senggol dikit bacok!

"Kenapa diam, hm?" Tanya Ashland dengan suara seraknya yang mampu membuat Adrea merinding sekaligus berdebar.

Entah kenapa...suara...itu terdengar seksi ditelinganya.

"Apa yang kau rencanakan?" Kali ini wajah Ashland berubah serius. Ia melangkah mendekat pada Adrea menghilangkan jarak diantara mereka.

"M-maksudmu? A..aku, a-aku tidak mengerti!" Suara Adrea terdengar bergetar samar, kakinya bergerak mundur mencoba memberi ruang agar tidak terlalu berdekatan dengan pria itu.

"Aku butuh jawaban,"

Ashland terus mendekat menatap Adrea dengan kedua manik gelapnya tajam, mendesak gadis itu untuk bersuara. Ashland sebenarnya tidak terlalu peduli apa yang akan gadis itu lakukan, tapi jika ada sangkut pautnya dengannya ia tidak bisa tinggal diam.

Adrea tersentak, punggungnya sudah mencapai tembok dibelakang hingga menutup aksesnya bergerak. Ia hendak kabur, tapi gagal karna Ashland mengetahui niatnya. Pria itu mengukungnya dengan tangan kekarnya yang berada disisi tubuh Adrea. Pria itu benar-benar tidak berniat membiarkan Adrea melarikan diri.

Sudut bibir Ashland tertarik melihat gadis yang berada didalam kukungannya tidak memberikan perlawanan. Wajah tertekuk Adrea dan mata yang memancarkan ketakutan itu entah kenapa membuat Ashland tertarik melihatnya lebih lama.

"M-maaf...tapi...i-ini terlalu dekat," Cicit Adrea berusaha mengontrol tubuhnya yang bergetar karna diapit oleh kedua lengan kekar pria itu.

Jujur saja, jantungnya didalam sana sudah memompa 2 kali lebih cepat seakan ingin meledak karna posisi mereka yang sangat dekat. Ujung sepatunya dan Ashland bahkan bertemu dan Adrea juga bisa merasakan deru nafas teratur pria itu yang menerpa wajahnya.

Bau mint serta aroma tubuhnya mampu Adrea cium hingga membuatnya tanpa sadar terhanyut.  Ia belum pernah mencium parfum seperti ini. Baunya sangat enak dan Adrea menyukainya.

"Ekhem,"

Terhanyut karenanya, Adrea sampai memejamkan mata menikmati aroma tubuh pria itu yang memabukkan. Adrea rasanya ingin mencium bau itu lebih lama. Tak lama suara deheman menyadarkannya.

Male lead AntagonistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang