Black Card

16.7K 1K 29
                                    

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, masyaallah tabarakallah.
Allahumma Shalli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aali sayyidina muhammad

Alhamdulillah, kalian telah bersholawat kepada nabi Muhammad maka Allah SWT akan mengangkat hamba-Nya yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bersholawat satu kali saja, Allah akan memberi sepuluh rahmat sama dengan sepuluh derajat baginya."

Maaf jika ada kurang dan salah nya, karena kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wa ta'ala, dan kesalahan dari diri saya sendiri.

♡➳♡🌊 .·:*¨𝑯ศ𝓹𝙥վ ᴿ𝚎ꪖ𝕕ịꪦ𝓰¨*:·. 🌊♡➳♡

Setelah memutari pesantren Yusuf akhirnya bertemu dengan Aiman, sahabat sekaligus calon kakak iparnya.

"Man, Aiman." Teriak gus Yusuf kearah gerbang pesantren.

"Apa sih gus? Berisik banget manggil-manggil, kaya di hutan aja teriak-teriak," jawab Aiman saat sudah berada di depan gus Yusuf.

"Saya mau bicara serius," ucap gus Yusuf.

"Ya sudah bicara lah," jawab Aiman.

"Berdua saja Aiman putra bapak Haidar," ucap gus Yusuf.

"Ayah gua juga nanti jadi ayah lu gus," ledek Aiman dengan berbisik, karena disebelah Aiman terdapat Nabil dan Haka yang merupakan sahabat dari keduanya.

"Mulut kamu itu dijaga, ada mereka. Kalo mereka dengar gimana? Kamu mau ngejelasin?" Tanya gus Yusuf sembari menatap Aiman dengan mata elang nya.

"Ck... Iya iya udh ayo, ka, bil kita duluan ya, tau sendiri kalo gus pangeran kalo minta harus dituruti," jawab Aiman sedikit meledek.

"Lama," ucap gus Yusuf dengan badan yang sudah sedikit menjauh.

Tak lama gus Yusuf dan Aiman sudah berada ditaman yang berada tak jauh dari ndalem. Taman ini tidak banyak yang tau, apa lagi santriwan dan santriwati mereka tidak pernah menginjakkan kaki di taman ini.

"Kenapa ngajak gua kesini? Lu udah tau?" Tanya Aiman.

"Saya sudah tau, tadi dikasih tau kakek. Kok kamu ga bilang man?" Jawab gus Yusuf dengan pertanyaan dibelakangnya.

Aiman mengelus pundak gus Yusuf sembari bicara. "Kalo gua bilang emang lu bakal langsung mau? Ngga kan. Mungkin lu langsung marah sama gua, gua juga awal nya ga setuju gus, tapi demi kakek gua ikhlasin adek kesayangan gua buat lu gus. Jaga dia baik-baik gus, kalo lu lagi marah jangan pernah bentak dia gus. Dia ga pernah dibentak gus, belum lagi hati dia ... Dia gampang memaafkan tapi tidak dengan melupakan gus. Kalo lu udah ga sayang sama adek gua, balikin ke gua dengan cara baik-baik ya gus."

"Insyaallah man, saya jaga adek kamu dengan baik, dan juga saya akan menjaga lisan saya man," jawab gus Yusuf dengan wajah tertunduk.

"Alhamdulillah, gua percaya sama lu gus, jaga kepercayaan gua ya gus. Sekali kepercayaan gua lu rusak jangan pernah anggap gua sahabat lu lagi gus ... Perihal adek gua, gua emang gini gus, lu tau sendiri gua sayang banget sama Humai, rasanya juga susah ngelepas Humai. Tapi gua usahain ikhlas kali ngelepas nya ke lu gus, gua percaya sama lu," ucap Aiman kembali.

*Agak kurang ajar ya Aiman sama Gus Yusuf, tapi mereka sudah biasa seperti itu jadi sudah tidak heran lagi.

Belum sempat gus Yusuf menjawab sudah terdengar teriakan dari sang umi kepada mereka berdua.

"Yusuf, Aiman." Teriak umi Fiya.

"Yusuf disini umi," jawab gus Yusuf.

"Kalian bikin umi cape aja," ucap umi Fiya dengan nada kekesalannya.

MasyaAllah, Gus PangeranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang