Khitbah

14.3K 850 23
                                    

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, masyaallah tabarakallah.
Allahumma Shalli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aali sayyidina muhammad

Alhamdulillah, kalian telah bersholawat kepada nabi Muhammad maka Allah SWT akan mengangkat hamba-Nya yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bersholawat satu kali saja, Allah akan memberi sepuluh rahmat sama dengan sepuluh derajat baginya."

Maaf jika ada kurang dan salah nya, karena kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wa ta'ala, dan kesalahan dari diri saya sendiri.

♡➳♡🌊 .·:*¨𝑯ศ𝓹𝙥վ ᴿ𝚎ꪖ𝕕ịꪦ𝓰¨*:·. 🌊♡➳♡

Semburat cahaya matahari berhasil masuk melalui celah-celah jendela kamar Humai. Hangatnya tepat mengenai wajah Humai yang bahkan belum sepenuhnya sadar terbangun dari tidur. Ditambah bising ayam yang saling berkokok, melengkapi hari dengan mentari dan langit cerah pagi ini.

Tok! Tok! Tok!

"Humai, bangun sayang, sekolah," ucap bunda Husna.

"Iya bunda, Humai sudah bangun." Teriak Humai dari dalam kamar.

"Bunda tunggu dibawah ya nak," ucap bunda Husna.

"Oke bunda, Humai mandi dulu," jawab Humai.

Tak lama dari itu diruang makan sudah terdapat bunda, ayah, dan abah. Terdengar kembali lantunan lagu arab yang sangat merdu dari arah tangga.

Imtal hubbil thaal? Albii wa laa fil khayaal
(Kapan lamanya cinta ini? Hatiku ada dalam khayalan)

'Uudik dah fihet aal....mawwaal
(Dalam kasihmu banyak sajak.... yang tertulis)

We yaa 'aenii yaah
(Oh mataku)

Yaa siidi 'alal ayyaam
(Betapa indahnya hari ini)

Lammaa tihaadii ulubna gharam
(Saat hati kita jatuh cinta)

Fak-ah yuhuun kullii lii faat
(Seketika semuanya baik baik saja)

Wtmur shahor wesnen 'alaa youmhaaw mush nas-yieen
(Bulan dan tahun pun berlalu dan kami tidak pernah lupa)

Ana shuftak emta ya houbel ' oumr shouftak fiin
(Kapan dan dimana aku melihatmu cinta hidupku)

Wibnagii sawa nehkiih kayatnaa hena lelbahr
(Bersama sama kita pergi menceritakan kisah kita ke laut)

Sesampainya Humai di ruang makan, Humai berucap, "assalamualaikum bunda, ayah, dan abah, loh abah disini? Tumben,"

"Iya sayang, Abah lagi pengan sarapan bareng cucu kesayangan abah," jawab abah Hamzah.

"Sini sayang, duduk sebelah abah," sambung abah Hamzah.

"Iya Abah," jawab Humai.

MasyaAllah, Gus PangeranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang