Istri Bilal

12.1K 750 10
                                    

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, masyaallah tabarakallah.
Allahumma Shalli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aali sayyidina muhammad

Alhamdulillah, kalian telah bersholawat kepada nabi Muhammad maka Allah SWT akan mengangkat hamba-Nya yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bersholawat satu kali saja, Allah akan memberi sepuluh rahmat sama dengan sepuluh derajat baginya."

Maaf jika ada kurang dan salah nya, karena kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wa ta'ala, dan kesalahan dari diri saya sendiri.

♡➳♡🌊 .·:*¨𝑯ศ𝓹𝙥վ ᴿ𝚎ꪖ𝕕ịꪦ𝓰¨*:·. 🌊♡➳♡

***

"hah, tidak-tidak. Abang hanya salah ucap," ucap Aiman ketar-ketir.

"Kirain beneran, kalo beneran punya Humai bagus banget. Belum lagi nama masjidnya sama kaya nama Humai," jawab Humai.

"Iya, iya, betul," ucap Aiman dengan lega.

'emang itu punya kamu Humai,' ucap Aiman dalam hati.

"Sebentar lagi Zuhur, kamu mau salat disana?" Tanya Aiman.

"Mau bang, Humai mau," jawab Humai dengan semangat.

"Ya udah ayo," ajak Aiman.

Setelah salat Zuhur Aiman dan Humai melanjutkan perjalanan mereka. Siang ini matahari tepat berada diatas kepala. Udara Bogor yang terasa sejuk walaupun panas, karena jauh dari perkotaan. Sebenarnya Humai tidak tau tujuan berlibur kali ini kemana, Humai hanya ikut dan nurut kepada Aiman. 3 bulan sekali Aiman pulang dan selalu mengajak Humai berlibur, karena disuruh oleh gus Yusuf, dan saat berlibur selalu berbeda-beda tempat. Aiman sendiri tidak keberatan jika harus pulang 3 bulan sekali demi adek kesayangannya yang 4 tahun lagi akan diambil oleh suaminya. Sampai detik ini pernikahan dini Humai dan gus Yusuf masih tersembunyi, Gus Yusuf sendiri yang menginginkannya. Setelah usia Humai mencapai 17 tahun dia yang akan mengumumkan pernikahannya sendiri.

Kini Humai dan Aiman baru saja sampai mall yang mereka tuju.

"Kamu mau beli apa? Baju? Jaket? Gamis? Sepatu? Atau apa?" Tanya Aiman.

"Humai si pengennya... Gamis aja abang," jawab Humai

"Bolehh, mau berapa 1? 2? Atau 3?" Jawab Aiman sembari bertanya.

"Mau... 2 boleh abang?" Jawab Humai pelan.

"Hahaha, boleh adeknya abang. Kapan lagi kan kita belanja seperti ini, hm?" Ucap Aiman sembari tertawa melihat tingkah Humai yang menggemaskan.

"Takut Abang marah, karna Humai meminta banyak. Ini beli pake uang abang atau ayah?" Tanya Humai.

'uang suamimu' jawab Aiman dalam hati.

"Jawab abangg," ucap Humai kesal.

"Uang abang Yusuf," jawab Aiman memelankan suaranya pada bagian Yusuf.

'sebelum Yusuf pergi ke Kairo, dia telah menitipkan Humai kepadaku. Padahal dia tidak perlu menitipkan, karena Humai juga adekku. Udah mana dititip sekalian kartu ATM nya, yang setiap bulan dia isi dari Kairo sana. Emang orang kaya mah bebas' ucap Aiman dalam hati.

"Ohh, kirain uang ayah," ucap Humai.

"Tidak, Humai sayang. Sudah ayo kita cari, kamu mau yang kaya gimana? bebas pilih sesukamu," ajak Aiman.

"Ayo Abang," jawab Humai.

Mereka sudah berkeliling mall selama 1 jam, tetapi yang didapat hanya gamis 1. Entah sudah berapa kali mereka memasuki toko gamis, tapi menurut Humai tidak ada yang cocok dengannya.

MasyaAllah, Gus PangeranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang