Pulang

12.9K 873 92
                                    

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, masyaallah tabarakallah.
Allahumma Shalli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aali sayyidina muhammad

Alhamdulillah, kalian telah bersholawat kepada nabi Muhammad maka Allah SWT akan mengangkat hamba-Nya yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bersholawat satu kali saja, Allah akan memberi sepuluh rahmat sama dengan sepuluh derajat baginya."

Maaf jika ada kurang dan salah nya, karena kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wa ta'ala, dan kesalahan dari diri saya sendiri.

♡➳♡🌊 .·:*¨𝑯ศ𝓹𝙥վ ᴿ𝚎ꪖ𝕕ịꪦ𝓰¨*:·. 🌊♡➳♡

***

Pagi ini, hari ini, bulan ini, dan tahun ini, tepat 16 tahun yang lalu telah lahir gadis cantik dengan mata coklatnya. Waktu terus berlalu tidak terasa sudah 16 tahun Humai lalui. Tepat dihari ini juga Gus Yusuf bertambah usia, kini usia Gus Yusuf sudah memasuki kepala 2, yaitu 23 tahun. Kini keduanya sama-sama memendam rindu yang mendalam.

Tanpa Humai ketahui, kuliah Gus Yusuf telah selesai. Gus Yusuf sudah didalam perjalanan pulang menuju Indonesia. Tidak ada satu orang pun yang tahu, bahkan umi Fiya dan Abi Faqih juga tidak diberitahu. Saat ini Humai telah mempunyai ponsel sendiri, Humai diberikan ponsel oleh ayah Haidar tepat hari ini. Merasa bosan memainkan ponsel, Humai kembali mengambil buku disalah satu rak didalam kamarnya. Sedangkan Gus Yusuf hanya diam dan memejamkan, Gus Yusuf sangat lelah, lelah dengan rindu. Waktu yang Gus Yusuf nantikan akhirnya datang, 6 tahun sudah Gus Yusuf belajar, belajar, dan belajar. Saking lelahnya rindu, Gus Yusuf tidak ikut wisuda disana, Gus Yusuf sudah tidak sabar bertemu dengan istri kecilnya.

Sesampainya di bandara, Gus Yusuf langsung memesan mobil untuk mengantarkan ia pulang ke pesantren. Gus Yusuf memilih pesantren karena ia ingin memberi kejutan kepada sang umi. Diperjalanan Gus Yusuf disibukkan dengan melihat-lihat jalan yang sedikit ramai dan sedikit berubah. Saat sampai di pesantren, Gus Yusuf langsung menjadi topik pembicaraan para santri dan santriwati. "Eh itu bukannya Gus Yusuf ya?" "Eh itu Gus Yusuf kan?" "Loh itu Gus Yusuf sudah pulang," "Gus Yusuf pulang?" "Kok Gus Yusuf pulang tidak ada pemberitahuan?"

"Hem! Sedang apa kalian semua disini!" Ucap Aiman selaku ustadz disana.

"Terus saja, terus, membicarakan orang terus!" Sambung Aiman dengan nada yang sedikit keras.

"Afwan ustadz, kami hanya melihat Gus Yusuf pulang dan tidak ada acara penyambutan ustadz, makanya kami semua bingung ustadz," jawab salah satu santri.

"Gus Yusuf?" Tanya Aiman.

"Iya ustadz, disana, lihat kesana ustadz," jawab santri itu.

"YUSUF!" Teriak Aiman sembari berlari kearah gus Yusuf.

Sesampainya didepan Gus Yusuf, Aiman dengan tidak tahu diri ia memeluk gus Yusuf.

"Apa-apaan si kamu, lepas Aiman!" Tegas Gus Yusuf.

"Eh Afwan Gus, saya tidak sengaja hehehe, terlalu gembira," ucap Aiman.

"Kok tidak memberi tahu kita semua Gus?" Sambung Aiman.

"Unt—" kalimat gus Yusuf terpotong saat ada yang berteriak dan berlari kearahnya juga.

"GUS YUSUF!" Teriak Haka dan Nabil.

"Ck!, Kalian ini sama saja seperti Aiman, datang-datang teriak, tidak mengucapkan salam, dan langsung meluk orang seenaknya," ucap gus Yusuf kesal.

"Afwan Gus, kami rindu," jawab Haka.

MasyaAllah, Gus PangeranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang