MasyaAllah, Gus Pangeran

13.9K 955 86
                                    

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, masyaallah tabarakallah.
Allahumma Shalli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aali sayyidina muhammad

Alhamdulillah, kalian telah bersholawat kepada nabi Muhammad maka Allah SWT akan mengangkat hamba-Nya yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bersholawat satu kali saja, Allah akan memberi sepuluh rahmat sama dengan sepuluh derajat baginya."

Maaf jika ada kurang dan salah nya, karena kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wa ta'ala, dan kesalahan dari diri saya sendiri.

♡➳♡🌊 .·:*¨𝑯ศ𝓹𝙥վ ᴿ𝚎ꪖ𝕕ịꪦ𝓰¨*:·. 🌊♡➳♡

***

Disisi lain kini Humai baru saja sampai di depan masjid An-Nur, masjid An-Nur memang dekat dari stasiun Bogor. Saat sampai Amira berkata, "MasyaAllah, bagus banget masjid nya,"

"Iya benar, MasyaAllah," jawab Cinta.

"Kamu pernah kesini Mai?" Tanya Amira.

"Pernah, dulu, 3 tahun yang lalu," jawab Humai.

"3 tahun yang lalu? Sama siapa Mai?" Tanya Cinta.

"Sama abang aku," jawab Humai.

"Kamu punya abang Mai? Kok kami ga tau kalau kamu punya abang," ucap Amira.

"Iya betul, setiap kamu main kerumah kamu juga ga ada tuh abang kamu," ucap Cinta.

"Abang aku ngajar di pesantren, 3 bulan sekali baru pulang," jawab Humai.

"Ohh begitu," ucap Cinta dan Amira.

"Udah yu kita masuk," ajak Humai.

"Ayuu, kayanya udah ramai sekali," jawab Amira.

"Iya, makanya buruan ayoo," ucap Humai.

Sesampainya didalam masjid pas sekali dengan azan Zuhur, untung nya sebelum masuk masjid Humai, Amira, dan Cinta wudu terlebih dahulu. Kini mereka sudah berada di dalam dan sudah rapi dengan mukena nya. 15 menit waktu yang dipakai untuk menunaikan salat Zuhur dan sunnah-sunnah sebelum dan sesudahnya. Kini mereka tengah asik menikmati waktu sebelum kajian ini dimulai. Tanpa Humai sadari bahwa dari tadi ia terus ditatap oleh dua mata yang merindukannya. Tiba-tiba terdengar suara pembukaan kajian.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi was shalaatu was salaamu alaa rasuulillahi wa alaa aalihi wa sahbihi wa man walaahu, amma ba'du.

Marilah terlebih dahulu kita panjatkan salam hormat kita, sujud syukur kita kepada Allah Swt. yang telah melunakkan hati kita dan mengarahkan kaki kita menuju majelis yang sangat dimuliakan ini.

Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita ke hadirat Allah Swt. yang telah memberikan kita limpahan rahmat-Nya, nikmat-Nya, hidayah, serta inayat-Nya sehingga kita masih bisa menghirup udara di bumi Allah yang sangat luas ini.

Marilah kita senantiasa menghadiahkan selawat serta salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw. yang selalu kita tunggu-tunggu syafaatnya atau pertolongannya di Hari Akhir nanti.

Dan izinkan kami memperkenalkan diri, saya sendiri Nail Nabil Amru, disebelah kanan saya Kauzar Yassir Arshaka, disebelah kiri saya Muhammad Qabil Aiman Al-Husain, dan disebelah Aiman, Muhammad Pangeran Yusuf Bilal Al-Malik," ucap Nabil.

Saat mendengar nama Gus Yusuf Humai langsung menaikkan pandanganya, dan dapat terlihat wajah Humai sangat terkejut dengan seseorang yang tengah menatap kali ini.

MasyaAllah, Gus PangeranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang