Menginap di hotel

14.4K 930 90
                                    

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, masyaallah tabarakallah.
Allahumma Shalli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aali sayyidina muhammad

Alhamdulillah, kalian telah bersholawat kepada nabi Muhammad maka Allah SWT akan mengangkat hamba-Nya yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bersholawat satu kali saja, Allah akan memberi sepuluh rahmat sama dengan sepuluh derajat baginya."

Maaf jika ada kurang dan salah nya, karena kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wa ta'ala, dan kesalahan dari diri saya sendiri.

♡➳♡🌊 .·:*¨𝑯ศ𝓹𝙥վ ᴿ𝚎ꪖ𝕕ịꪦ𝓰¨*:·. 🌊♡➳♡

***

"Kok bisa mas?" Tanya Humai.

"Mas bilang apa? Mas akan jelaskan setelah makan," jawab gus Yusuf.

"Ya udah ayo makan," ucap Humai.

"Nah gitu, nurut langsung aja kok susah banget," jawab gus Yusuf.

"Tapi janji ya, nanti mas jelasin ke Jannah semuanya," ucap Humai.

"Iya sayang," jawab gus Yusuf.

Kini mobil Gus Yusuf sudah memasuki sebuah restoran yang berada di pinggir jalan. Saat masuk kedalam restoran seluruh mata tertuju pada ketampanan Gus Yusuf dan kecantikan Humai, pasangan yang serasi. Karena merasa risi Gus Yusuf dan Humai memilih meja paling ujung.

"Mas," panggil Humai.

"Dalem sayang," jawab gus Yusuf.

"Mas, jangan gitu," ucap Humai sembari menutup wajahnya.

"Kenapa emang?" Tanya gus Yusuf.

"Jantung Jannah ga kuat," jawab Humai.

"Hahaha, ada-ada saja, sudah, Jannah mau pesan apa?" Tanya Gus Yusuf sembari menarik tangan Humai yang menutupi wajahnya Humai.

"Samain aja sama gus-nya," jawab Humai.

"Jannah," ucap gus Yusuf dengan menekankan kalimatnya.

"Apasih Gus," jawab Humai.

"Awas kamu Jannah," ucap gus Yusuf tidak main-main.

"Iya gus, iya, Jannah awasin kok," jawab Humai menantang dan tidak dijawab lagi oleh gus Yusuf.

*Sepertinya Gus Yusuf merajuk gesss🤭🤭🤭

Dengan keadaan hening, dan tidak ada yang membuka percakapan. Kini gus Yusuf sudah selesai lebih dahulu, tetap dalam keadaan diam Gus Yusuf berdiri dan membayar makanan yang mereka makan di kasir. Merasa aneh dengan sikap Gus Yusuf, Humai mencoba memikirkan topik.

*Topik pembicaraan ygy, bukan topik orang🤣🤣

Setelah membayar Gus Yusuf kembali duduk di tempat semula dan bertepatan dengan Humai yang sudah selesai makan.

"Mas,"

"Hm,"

"Mas,"

"Hm,"

"Mas,"

"Hm,"

Merasa gagal kini Humai kembali diam, setelah Humai diam, Gus Yusuf berkata, "ayo pulang," ucap gus Yusuf.

"Ayo mas," jawab Humai.

"Mas ga ada niatan gandeng tangan Jannah?" Tanya Humai.

"Untuk apa?" Jawab gus Yusuf yang hanya sedikit melirik kearah Humai.

MasyaAllah, Gus PangeranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang