Jemput?

12.9K 840 74
                                    

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, masyaallah tabarakallah.
Allahumma Shalli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aali sayyidina muhammad

Alhamdulillah, kalian telah bersholawat kepada nabi Muhammad maka Allah SWT akan mengangkat hamba-Nya yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bersholawat satu kali saja, Allah akan memberi sepuluh rahmat sama dengan sepuluh derajat baginya."

Maaf jika ada kurang dan salah nya, karena kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wa ta'ala, dan kesalahan dari diri saya sendiri.

♡➳♡🌊 .·:*¨𝑯ศ𝓹𝙥վ ᴿ𝚎ꪖ𝕕ịꪦ𝓰¨*:·. 🌊♡➳♡

***

Sesuai dengan perjanjian yang dibuat Abah Hamzah dan kakek Hanif, kini gus Yusuf sudah pulang ke pesantren tanpa Humai. Humai sempat marah kepada abah Hamzah yang tidak mengizinkannya ikut dengan Gus Yusuf. Namun Abah berkata bahwa Humai boleh ikut ketika hari Sabtu dan hari Minggu harus sudah pulang. Dengan sangat berat Humai mengiyakan perkataan Abah, namun berbeda dengan Gus Yusuf. Gus Yusuf boleh menemui dan mengajak Humai jalan-jalan sesuka hati Gus Yusuf, asal Gus Yusuf tidak membawa Humai pulang ke pesantren.

Kini Humai sedang membaca novel, Humai membaca hingga lupa waktu. Pukul 12 malam Humai masih belum tidur dan masih membaca buku. Saat Humai membaca buku memang selalu mengaktifkan mode jangan ganggu di ponselnya. Tanpa Humai ketahui, dari tadi gus Yusuf terus saja mengirim pesan dan mencoba menelepon Humai. Hingga akhirnya Humai membuka ponsel dan terkejut begitu banyak pesan yang Gus Yusuf kirimkan. Dengan rasa takut Humai membuka 50 pesan dan 30 telepon dari Gus Yusuf. Dan setelah Humai membaca semua pesan, tiba-tiba ponsel Humai bergetar dan masuk telepon dari Gus Yusuf.

"Assalamualaikum Nur," ucap gus Yusuf dari sebrang sana.

"Wa-waalaikumsalam, kenapa mas?" Jawab Humai.

"Dari mana saja kamu, Nur," ucap gus Yusuf.

"Dari... Baca novel mas," jawab Humai takut.

"Bagus," ucap gus Yusuf.

"Tidur," sambung Gus Yusuf.

"Sebentar mas," jawab Humai.

"Tidak ada sebentar-sebentar, saya bilang sekarang, ya sekarang Nur Jannah Humairah Al-Husaini," ucap gus Yusuf.

"Afwan mas, tadi ponsel Jannah pakai mode jangan ganggu, jadi Jannah tidak tahu kalau mas Pangeran telepon Jannah," ucap Humai dengan takut, Humai takut kalau sudah dengar kata "saya" dari mulut Gus Yusuf. Gus Yusuf lebih sering memanggil dirinya dengan mas juga, tapi jika sedang marah Gus Yusuf akan memanggil dirinya sendiri dengan sebutan saya.

"Saya tau, kamu tidak perlu jelaskan, sekarang kamu tidur," jawab gus Yusuf masih dalam keadaan marah.

"Ma-" ucap Humai terpotong.

"Tidur Nur Jannah Humairah Al-Husaini," potong gus Yusuf dengan cepat.

"Baik mas," jawab Humai.

"Jannah tutup dulu mas, semoga marahnya mas ga sampai pagi ya, selamat malam mas. Assalamualaikum," sambung Humai.

"Waalaikumsalam," jawab gus Yusuf dengan cepat.

Setelah telepon mati, Humai langsung mengambil wudu dan tidur.

Disisi lagi Gus Yusuf sedikit menyesal karena telah marah kepada Humai. Sejujurnya Gus Yusuf sangat rindu kepada Humai, tapi sejak jam 9 pesan Gus Yusuf tidak dijawab oleh Humai, bahkan telepon dari Gus Yusuf juga tidak di angkat. Itu yang membuat Gus Yusuf marah, tapi ada satu hal yang lebih membuat Gus Yusuf marah, yaitu sudah jam 12 Humai belum tidur. Dan seingat Gus Yusuf Humai selalu mematikan data saat ingin tidur, jika data Humai masih menyala maka Humai belum tidur. Kini gus Yusuf sedang memikirkan Humai kembali. Dengan perasaan yang sudah tenang Gus Yusuf kembali menelepon Humai, dan ternyata ponsel Humai sudah tidak menyala. Selesai mematikan ponsel Gus Yusuf berucap "apakah Jannah sudah tidur?" "Afwan sayang, mas tidak bisa jika melihat kamu belum tidur jam segini," "besok mas yang jemput Jannah disekolah."

MasyaAllah, Gus PangeranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang