Jannah istri Yusuf

12.4K 966 112
                                    

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, masyaallah tabarakallah.
Allahumma Shalli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aali sayyidina muhammad

Alhamdulillah, kalian telah bersholawat kepada nabi Muhammad maka Allah SWT akan mengangkat hamba-Nya yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bersholawat satu kali saja, Allah akan memberi sepuluh rahmat sama dengan sepuluh derajat baginya."

Maaf jika ada kurang dan salah nya, karena kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wa ta'ala, dan kesalahan dari diri saya sendiri.

♡➳♡🌊 .·:*¨𝑯ศ𝓹𝙥վ ᴿ𝚎ꪖ𝕕ịꪦ𝓰¨*:·. 🌊♡➳♡

***

"Bu Aulia," ucap Humai pelan karena takut dengan Bu Aulia.

"Kurang ajar sekali kamu Humai, saya akan melaporkan ini semua ke orang tua kamu," ucap Bu Aulia dengan suara yang tinggi.

"Laporkan saja, Humai tidak takut," jawab Humai kembali memeluk gus Yusuf

"HUMAIRAH." Teriak Bu Aulia

"CUKUP BU AULIA." Teriak gus Yusuf membalas teriakkan Bu Aulia kepada Humai.

Mendengar teriakkan Gus Yusuf, Humai semakin takut dan akhirnya kembali menangis. Humai menangis sembari memeluk gus Yusuf, pelukan kali ini semakin erat.

"Mas," bisik Humai kepada Gus Yusuf.

"Afwan zaujati, mas tidak sengaja. Jannah jangan takut okey," ucap gus Yusuf.

"Okey mas, mamas jangan marah-marah ya, Jannah takut kalau mas marah," jawab Humai yang masih berada di dalam pelukan gus Yusuf.

"Na'am sayang," ucap gus Yusuf.

"Ayo kita duduk," ajak gus Yusuf kepada Humai.

"Ayo mas," jawab Humai.

Kini Bu Aulia tengah menyaksikan Humai yang sedang memeluk gus Yusuf. Bu Aulia tidak tahu ada hubungan apa Gus Yusuf dengan Humai, pikir Bu Aulia Humai adik Gus Yusuf, tapi kenyataannya bukan seperti itu. Saat gus Yusuf dan Humai sudah duduk, Bu Aulia masih saja berdiri, hingga akhirnya kepala sekolah datang.

"Assalamualaikum Gus, ada apa memanggil saya kesini?" Ucap pak Hakim selaku kepala sekolah.

"Waalaikumsalam, duduk pak," jawab gus Yusuf.

"Baik, loh ada Humai, ngapain disini? Astaghfirullah ga sopan Humai, kamu ga tau siapa yang kamu peluk?" Tanya pak Hakim sembari mendudukan badannya.

"Maaf pak," jawab Humai sembari melepaskan tangannya dari perut Gus Yusuf.

"Jangan," ucap gus Yusuf tegas sembari memegang tangan Humai agar tidak melepaskan pelukannya.

"Gus... Bukan mahram Gus. Kalau kyai Hanif tahu, beliau bisa marah Gus..." ucap pak Hakim yang menundukkan kepalanya.

"Tid—" jawaban gus Yusuf terpotong.

"Betul Gus, bukan mahram. Saya bisa loh telepon kyai Hanif sekarang," ucap Bu Aulia.

"Coba saja," bukan Gus Yusuf yang menjawab melainkan Humai.

"NUR JANNAH HUMAIRAH." Teriak Bu Aulia lagi.

"Sudah-sudah, saya panggil pak Hakim kesini karena Bu Aulia yang menghukum Jannah deng—" belum selesai Gus Yusuf berbicara, ucapan gus Yusuf sudah dipotong oleh pak Hakim.

"Maaf gus, Jannah siapa?" Tanya pak Hakim.

"Nur JANNAH Humairah," jawab gus Yusuf yang menekankan kalimat Jannah.

MasyaAllah, Gus PangeranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang