Kalian ada Dua?

10.7K 686 88
                                    

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, masyaallah tabarakallah.
Allahumma Shalli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aali sayyidina muhammad

Alhamdulillah, kalian telah bersholawat kepada nabi Muhammad maka Allah SWT akan mengangkat hamba-Nya yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bersholawat satu kali saja, Allah akan memberi sepuluh rahmat sama dengan sepuluh derajat baginya."

Maaf jika ada kurang dan salah nya, karena kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wa ta'ala, dan kesalahan dari diri saya sendiri.

♡➳♡🌊 .·:*¨𝑯ศ𝓹𝙥վ ᴿ𝚎ꪖ𝕕ịꪦ𝓰¨*:·. 🌊♡➳♡

"Assalamualaikum Gus Haidar,"

"Waalaikumsalam, cari Abah?"

"Na'am Gus, Gus Haidar apa kabar?"

"Alhamdulillah baik, Qaidar apa kabar?"

"Alhamdulillah Gus Qaidar baik, beliau sedang mencari parkir, Gus,"

"Baik lah, silakan masuk,"

Siapa Qaidar? Qaidar adalah saudara kembar dari ayah Haidar. Dan yang barusan datang kerumah ayah Haidar, adalah sepupu dari ayah Haidar. Selama ini ayah Haidar tidak tinggal bersama Abah Hamzah di pesantren, karena ayah Haidar memilih melanjutkan perusahaan Abah Hamzah yang tidak berada di lingkungan pesantren. Ternyata selama ini Humai adalah Ning, dan Humai belum mengetahui ini semua.

Saat ayah Haidar mengajak Khalid sepupunya, masuk kedalam rumah, Abah Hamzah langsung mengenalkannya kepada semuanya.

"Assalamualaikum Abah,"

"Waalaikumsalam Khalid, sini-sini Abah kenalkan kepada semuanya. Perkenalkan keponakan Abah, Khalid. Ayo Khalid perkenalkan diri kamu," ucap Abah Hamzah.

"Assalamualaikum semuanya, saya khalid, saya keponakan Abah Hamzah dan saya sepupu Gus Haidar," ucap Khalid.

"Waalaikumsalam, ayah Haidar, Gus?" Jawab Haka sekaligus bertanya.

"Be-," ucapan Abah terpotong oleh ketukan di pintu.

Tok! Tok! Tok!

"Haidar buka pintu dulu Abah," ucap ayah Haidar.

"Cepatlah,"

Ceklek!

"Assalamualaikum Haidar,"

"Waalaikumsalam Qaidar,"

"Apa kabar kamu Haidar?"

"Alhamdulillah baik, Qaidar, kamu apa kabar?"

"Alhamdulillah, Qaidar baik Abang, hiks...,"

"Segala nangis, sudah-sudah ayo masuk, didalam banyak orang,"

"Sebentar bang, istri dan anak Qaidar belum turun dari mobil,"

"MasyaAllah, mereka ikut?"

"Ikut, katanya ingin bertemu Humai,"

"Baiklah, ajak mereka turun dan masuk kedalam,"

"Na'am bang,"

Tidak lama kemudian, istri dan anak Qaidar turun dan masuk kedalam rumah bersama ayah Haidar.

"Assalamualaikum,"

"Waalaikumsalam,"

"Loh ayah, ada dua?" Ucap Humai.

"HASNA." Teriak bunda Husna saat melihat kembarannya.

"HUSNA."

"Sudah-sudah, nanti saja berpelukan lagi. Sekarang kita duduk dulu," ucap Abah Hamzah.

MasyaAllah, Gus PangeranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang