25 Novel

8.7K 650 63
                                    

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, masyaallah tabarakallah.
Allahumma Shalli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aali sayyidina muhammad

Alhamdulillah, kalian telah bersholawat kepada nabi Muhammad maka Allah SWT akan mengangkat hamba-Nya yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bersholawat satu kali saja, Allah akan memberi sepuluh rahmat sama dengan sepuluh derajat baginya."

Maaf jika ada kurang dan salah nya, karena kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wa ta'ala, dan kesalahan dari diri saya sendiri.

♡➳♡🌊 .·:*¨𝑯ศ𝓹𝙥վ ᴿ𝚎ꪖ𝕕ịꪦ𝓰¨*:·. 🌊♡➳♡

Sebelum Zuhur, Gus Yusuf terbangun dari tidurnya setelah menikmati surga dunia. Gus Yusuf melihat kearah Humai yang masih tertidur pulas, saat ingin membangunkan Humai, pintu kamar diketuk oleh umi Fiya. Umi Fiya baru saja pulang dari pasar bersama Abi Faqih setelah sarapan tadi pagi.

Tok! Tok! Tok!

"Assalamualaikum nak,"

"Waalaikumsalam umi,"

Ceklek!

"Ada apa umi,"

"Baru bangun nak?" Tanya umi Fiya saat melihat rambut Gus Yusuf yang berantakan.

"Na'am umi,"

"Abi mengajak kamu salat di masjid, tapi sepertinya lebih baik kamu salat dirumah saja. Jangan lupa bangunkan Humai, ya nak,"

"Hah, iya umi,"

"Semangat ya nak,"

"Na'am umi, eh semangat apa umi?"

"Cucu umi?"

"UMI!" Rengek Gus Yusuf.

"Hahaha! Sudah-sudah, umi kebawah dulu ya. Nanti kalau sudah enakkan badannya Humai, baru kalian kebawah. Jangan memaksakan untuk makan bersama dibawa, Humai tidak akan nyaman dengan keramaian,"

"Siap umi, kalau bisa nanti Yusuf makan dikamar saja,"

"Itu lebih baik, sudah sana bangun kan Humai,"

"Na'am umi, assalamualaikum,"

"Waalaikumsalam,"

Setelah menutup pintu, Gus Yusuf membersihkan dirinya dan langsung membangunkan Humai.

"Assalamualaikum zaujati," ucap gus Yusuf.

"Jannah," panggil gus Yusuf saat salamnya tidak di jawab oleh Humai.

"Emm, apa mas," jawab Humai dengan mata yang masih terpejam.

"Assalamualaikum zaujati,"

"Waalaikumsalam zauji,"

"Bangun yu, sudah waktunya Zuhur,"

"5 menit lagi mas,"

"Sayang,"

"Sebentar mas,"

"Oke, hanya 5 menit,"

"Hem,"

5 menit berlalu.

"Sayang, sudah 5 menit. Waktu Zuhur sudah tiba, sayang,"

"Badan Jannah sakit semua, Jannah ga bisa jalan,"

"Mas gendong ya ke kamar mandi?"

"Iya mas,"

Selesai melaksanakan solat Zuhur, pintu kamar Humai diketuk oleh bunda Husna.

MasyaAllah, Gus PangeranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang