🍂Part 23

11.6K 1.2K 2.1K
                                    

°Selamat membaca 📖°

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°Selamat membaca 📖°

BERLARI terburu-buru menuju halte setelah berhasil mengelabui Ashland, pria itu memang tidak terduga. Dia, berniat menciumnya kan? Benar kan? Ashland, si brengsek itu semakin membuat Adrea takut setiap tindakan yang dilakukannya.

Dari sini, Adrea semakin yakin dengan tujuannya. Ashland, Erliza, mereka harus bertemu, MALAM INI!

Jadi, Adrea sendiri yang akan meluruskan kesalahan ini dengan kemampuannya. Alur novel ini ada digenggamannya saat ini!

Langkah Adrea berhenti. Atensinya memperhatikan Erliza, gadis itu berdiri memandang arah jalan, menunggu kemunculan seseorang. Adrea tidak langsung menghampiri orang yang menjadi alasan terciptanya rencana konyol ini. Dilihat Adrea kebelakang, suara cepat derap kaki seseorang terdengar. Dan Adrea tau siapa pemiliknya.

Panik. Dengan mengandalkan pikiran bodohnya, tanpa pikir panjang Adrea melompat kearah semak-semak berkayu dibelakang halte tersebut berada. Tapi sebelum itu, sialnya rok yang ia kenakan justru tersangkut dan membuat Adrea tersungkur dengan gaya tidak elit.

"Aduhh..."

Adrea meringis, ia mengangkat sikunya yang terasa perih dan tergores akibat gesekan antara kulitnya dan tanah. Tersadar, cepat-cepat Adrea bangun lalu mencoba melepaskan ujung rok yang masih tersangkut itu, tapi ternyata cukup sulit.

Mata Adrea membulat begitu Ashland muncul dari arah timur, kalang kabut, dengan sekali tarikan keras rok itu berhasil terlepas namun harus berakhir robek memanjang hingga mencapai pahanya. Sisa robekan masih tersangkut manis disana, tapi Adrea tidak peduli. Ia buru-buru merunduk untuk bersembunyi.

Tangannya terangkat membuat sebuah celah kecil didalam semak-semak berkayu itu untuk memantau dua manusia yang akan bertemu. Bibir Adrea perlahan merekah bak seorang yang baru saja memenangkan sebuah lotre, ia berhasil mengembalikan alur!


Ah senangnya didalam hati....

Sementara itu, ritme langkah Ashland menelan. Alis tebal itu terangkat, melalui tatapan tajamnya ia melihat gadis berjarak beberapa meter darinya penuh menilai. Kaki panjang itu mengayun, bergerak mendekat pada objek yang membuat perhatiannya sedikit teralihkan dari rasa kesalnya.

"Kau disini?" Suara bariton itu mengalun di udara.

Merasakan kehadiran orang lain, serta pertanyaan yang sepertinya ditujukan untuknya. Mau tak mau Erliza berbalik guna melihat siapa pemilik suara itu.

"Haaah..." Erliza kaget dan reflek mundur dengan tangan yang membekap mulut sendiri. Reaksi yang berlebihan di mata Ashland.

"K-kamu, kamu, kamu...juga disini?" Tanya Erliza mendadak gagap. Tidak pernah ada pikiran akan bertemu Ashland di situasi ini.

Male lead AntagonistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang