OBSESI!!!

10.7K 691 43
                                    

Assalamu'alaikum

Jangan lupa follow ig author:@wp.gulajawa
Gus Agam : agamganteng_12

Sebelum membaca awali dengan
Bismillahirrahmanirrahim

Sebelum membaca awali denganBismillahirrahmanirrahim

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***


Sudah 3 bulan berlalu, rasa bersalah masih saja menyelimuti diri Gus Agam. Sejak kejadian 28 Januari itu, kebahagiaan Gus Agam seakan sirna, hidupnya seakan tak berwarna lagi.

Saat ini Gus Agam tengah duduk di balkon kamarnya seraya menyesap puntung rokok yang masih aktif. Hembusan asap rokok seakan-akan memenuhi setiap sudut ruangan kamar. Keadaan kamar begitu sunyi seakan tak berpenghuni.

Semenjak kepergian Ziva, Gus Agam sangat gemar akan merokok. Bahkan lantai kamarnya saat ini dipenuhi oleh puntung rokok yang berselera kan.

Tidak hanya satu dua batang puntung rokok. Melainkan ribuan batang puntung rokok yang berselerakan di lantai balkon.

Pandangan Gus Agam tertuju pada langit yang berwarna jingga itu. "Sedalam itukah aku mencintaimu Ziva. Sehingga aku tak sanggup untuk berenang ke permukaan lagi," gumamnya.

Terlalu asik memandangi senja yang begitu indah dari balkon, Gus Agam tak menyadari ada dua pasang mata yang memperhatikannya dari kursi depan rumah. Yang tak lain adalah Mas Iqbal dan umi Aisyah.

"Kamu lihat sendiri kan Iqbal tatapannya begitu kosong, seakan tak ada lagi yang berarti dalam hidupnya. Setiap harinya, setiap detiknya dia selalu merokok. Umi sudah melarangnya, namun Agam tak mendengar kan seakan-akan perkataan umi hanyalah sebatas angin lalu baginya," ucap umi Aisyah dengan suara yang begitu bergetar

"Umi nggak tahu harus berbuat apa," sambung umi Aisyah seraya menoleh ke arah Mas Iqbal.  "Bahkan Agam tak pernah menggendong atau bahkan melirik, dan menghampiri putranya sendiri. Setelah salat isya dia selalu pergi pulang waktu subuh dengan badan yang dipenuhi bercak tanah kuning," jelas umi Aisyah dengan mata yang sudah mengalir kan air mata.

"Iqbal umi mohon. Cari tahu kemana Agam pergi, kembalikan Agam seperti dulu," pinta umi Aisyah dengan air mata yang membasahi pipinya.

Mas Iqbal mengangguk paham ke arah umi Aisyah. "Hentikan tangisan itu umi, karena Iqbal akan membuat Gus Agam kembali seperti dulu lagi, itu janji Iqbal. Umi bisa pegang janji itu!!"

***

Waktu berlalu, tak terasa langit sudah menjadi gelap, dengan disinari oleh cahaya bulan purnama dan kemerlip bintang dilangit.

Selepas shalat isya, Gus Agam memutuskan untuk pergi dari pondok pesantren. Gus Agam pergi dengan motornya, membawa gitar di punggungnya, boneka beruang yang lusuh, serta kantong plastik hitam yang tidak diketahui siapa pun.

istri mungil nya Gus Agam (REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang