TERSADAR

9.9K 701 80
                                    


Assalamu'alaikum

Jangan lupa follow ig author:@wp.gulajawa
Gus Agam : agamganteng_12

Sebelum membaca awali dengan
Bismillahirrahmanirrahim

***HAPPY READING***

Mas Iqbal terus membelai punggung Gus Agam. Dirinya benar-benar prihatin dengan kondisi temannya itu.

Mata Gus Agam masih terpejam. Dirinya tak berniat mendengar apa pun, dirinya benar-benar tak berdaya.

Namun tiba-tiba saja dirinya merasakan belaian lembut di kepalanya. Belaian ini begitu lembut, belaian yang bisa membuat suasana dalam dirinya tenang.

Dengan perlahan Gus Agam membuat matanya. Suasananya jelas berbeda. Ini bukan kuburan lagi, disekitar nya sudah putih. Dan hanya ada dia dan wanita itu.

"Mas Agam," panggil wanita itu.

Gus Agam terdiam menatap sosok itu dengan cermat. Setelah menyadari apa yang ia lihat, dengan cepat Gus Agam memeluknya, se erat mungkin.

"Ziva!! Sayang, mas. Mas kangen," ucapnya seraya mengeratkan pelukan. "Mas ga bisa tanpa kamu Ziva. Mas mau kamu, mas ingin kamu."

Tangan Ziva terjulur membelai punggung sang suami. "Mas ga boleh gitu, mas harus ikhlas sama Ziva. Kalau mas terus-terusan seperti ini. Ini bikin Ziva ga tenang. Bikin Ziva khawatir," jelasnya.

Gus Agam terdiam, dirinya lekas menatap lekat sang istri. Ziva tersenyum saat sang suami menatapnya. Tangan Ziva  terjulur kearah pipi sang suami. "Jangan seperti ini. Azam butuh mas, dia butuh sosok ayah disaat tak ada ibu."

"Mas ga yakin sayang. Mas yakin mas akan gagal," ucap Gus Agam dengan mata yang sudah berkaca-kaca .

"Shhht, belum dicoba belum tau. Mas itu akan jadi ayah yang sangat-sangat hebat. Jadi berhenti menangis, mas harus ikhlas dengan keadaan. Ziva yakin mas bisa," ucap nya seraya membelai pipi sang suami.

Gus Agam hanyut dalam sentuhan itu, tangan Gus Agam meriah tangan mungil itu, lalu mengecup nya dengan lembut.
"Kamu benar. Mas harus mencobanya, bagaimana pun juga, di itu anak mas. Dia tanggung jawab mas."

"Ikhlas memang ga mudah, tapi ada Allah yang akan mempermudah segala urusan hambanya. Ziva sayang mas Agam, jadi sekarang mas bisa pulang kerumah. Azam butuh mamas," ucap Ziva seraya tersenyum.

"Kamu benar!!"

Ziva tersenyum, tubuh Ziva semakin terkikis oleh angin. "Ziva sayang banget sama mas. Jangan menyerah ya. Ziva ada disini," ucap Ziva seraya meletakan telapak tangannya,  pada  dada yang terdapat detak jantung Gus Agam."Ziva ada di setiap detak jantung mamas."

Gus Agam tersenyum, lalu membalasnya dengan berkata. "Kamu akan selalu ada di hati mas Ziva. My sweet princess, no one will replace your position in my life."

Sedetik saja, tubuh Ziva lenyap seketika. Air mata mulai turun dari mata Gus Agam. Dirinya kembali memejamkan mata.

Saat Gus Agam membuka untuk kedua kalinya. Semuanya sudah kembali seperti semula, dirinya masih di pemakaman, dengan dipeluk mas Iqbal.

"Iqbal berhenti peluk saya," ucap nya dengan kesal.

"Ckk, sempet-sempet nya ngomong gitu," keluh mas Iqbal seraya melarat pelukan.

Tangan Gus Agam mencengkram lembut punggung temannya itu. "Kamu benar, ini obsesi bukan cinta. Saya salah, namun saya akan memperbaiki semua kesalahan ini. Dimulai dari keluarga," ucap Gus Agam dengan kesungguhan nya.

istri mungil nya Gus Agam (REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang