Faren seorang pemuda yang mengalami kecelakaan dan berakhir masuk kedalam buku novel yang dibawa dan dibacanya, menjadikannya seorang Antagonis pria yang meyukai protagonis wanita tapi sayangnya dia seorang GAY!!
"Akan kubuat kau menjadi belok haah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Darel mengelus lembut pipi Faren, mereka sudah selesai melakukan hal seperti itu dan untungnya Darel bisa menahan diri.
"Lelah? Ingin makan dikamar saja?" Tanya Darel penuh perhatian.
Faren mengangguk, dirinya masih lemas dan merasa sakit dibagian bawah jadi memutuskan untuk makan dikamar saja tentunya ditemani oleh Darel sedangkan Deon sudah turun ke bawah makan malam.
"Sebentar, mas ambilin makanannya" ucap Darel mengecup bibir Faren lalu beranjak turun dari kasur dan pergi.
Darel turun ke lantai bawah menuju meja makan, Reyna yang melihat itu bingung kenapa Darel hanya turun sendiri.
"Nak, Faren sakit?" Tanya Reyna khawatir.
"Engga bu hanya lelah" sahut Darel dan saat jarak Darel sudah lebih dekat dengan meja Reyna hanya biss tersenyum tipis.
"Jangan terlalu sering melakukannya, Faren sedang hamil besar jangan membuatnya terlalu lelah" nasehat Reyna dan sang ayah Derix hanya bisa menatap datar.
"Tenang saja bu, aku tau batasannya" jawab Darel dirinya juga tidak ingin Faren kenapa napa.
"Deon, daddy sama mommy makan dikamar dulu kamu sama nenek dan kakek makan malamnya ya. Makan yang lahap" ucap Darel dan Deon hanya mengangguk singkat.
Darel langsung kekamar membawa makan dan minuman mereka, terlihat Faren yang sedang duduk di kursi balkon menatap malam yang ditaburi bintang sambil terus mengelus perutnya.
"Sayang, kenapa di luar. Nanti masuk angin masuklah dan kita makan" ucap Darel dan Faren langsung menoleh tersenyum lalu berjalan kearah Darel.
Faren duduk disofa kamar sambil menonton TV sedangkan Darel menyuapi Faren bergantian dengan dirinya.
"Setelah selesai makan minum susumu" ucap Darel menyerahkan susu rasa vanila pada Faren susu untuk kehamilan.
Faren meminum habis susu itu lalu mencium Darel tiba tiba dan Darel hanya menerima itu. "Hehe maniskan susunya" ucap Faren cengengesan.
"Hm. Sangat manis seperti dirimu" jawab Darel membuat Faren malu malu.
Darel memangku Faren dan mengelus perut yang sudah membesar itu, Faren menatap Darel sekilas. "Mas aku berat turunin aja" ucapnya karena Faren merasa dirinya gemuk.
"Engga sayang, kamu ringan tidak seberat barbel yang selalu kuangkat" jawab Darel dan Faren hanya bisa tersenyum lalu menyandarkan dirinya.
"Mas nanti kamu ingin anak kita namanya siapa? Mereka kan cewe dan cowo mungkin jadi mas ada kepikiran nama gitu untuk mereka?" Tanya Faren dirinya sangat penasaran.
"Ada, aku memikirkannya sudah sejak lama saat pertama kali mendengar kabar kehamilanmu" jawab Darel terus dengan lembut mengelus perut Faren.
Manik mata Faren berbinar binar menatap Darel, "benarkah? Nama apa yang kamu pilih?" Tanyanya semangat.