Happy reading...
***
Sudah 3 jam lamanya Giren berada di kamarnya. Berbagai kegiatan sudah ia lakukan, dan sekarang ia merasa sangat bosan.
"Ternyata gak ngelakuin apa apa juga capek ya," ujarnya.
Giren menghela napas, menutup matanya. Ingatan tentang keluarga Caksara tiba tiba muncul membuatnya langsung membuka mata.
"Bang Eran," ucapnya, mengingat kembali teriakan terakhir Yezran yang ia dengar sebelum menutup mata saat kecelakaan itu.
Giren mengambil telepon rumah di sampingnya hendak menekan nomor telepon rumah keluarga Caksara. Namun, tangannya berhenti.
"Apa mereka masih harapin aku pulang?"
Air matanya jatuh saat mengingat kasih sayang kedua orang tua Giren yang sangat menyayanginya. Sekarang ia merasa sangat bersalah karena tidak memberitahu kebenaran bahwa ia bukanlah Giren yang sebenarnya.
Tangannya bergerak menekan beberapa tombol. Giren menempelkan telfon itu ke telinganya, menunggu panggilan di angkat.
***
Hari hari di mansion keluarga Caksara tetap sama. Tidak lagi terdapat kebahagiaan. Semenjak hilangnya Giren, semuanya terus mencari. Namun, beberapa tahun berlalu begitu saja membuat mereka merasa putus asa.
Ikhlas melepaskan kepergian Giren yang membuat semua orang kebingungan hanyalah ucapan semata. Di dalam hati mereka, tidak ada satupun rasa ikhlas.
Sampai dimana di hari pernikahan Abizer berlangsung. Harapan 1 tahun lalu yang mereka kubur dalam dalam membuahkan hasil. Yezran menemukan Giren. Namun, sialnya pertemuan kembali mereka tidak menyenangkan. Yezran sendiri lah yang menyaksikan bagaimana adegan mengenaskan yang terjadi pada Giren.
Setelah mendengar cerita Yezran. Seluruh anggota keluarga Caksara kembali berduka. Setelah menemukan Giren, mereka malah kehilangan lagi. Mereka tidak tahu kemana Giren dibawa pergi.
Telfon di ruang tamu terus berdering. Dari arah tangga, langkah kaki cepat menuruni tangga. Fana mengangkat telepon itu. "Halo?" ucapnya. Tidak ada sahutan terdengar.
Di seberang sana. Giren mati matian menahan tangis saat mendengar suara Fana. Suara yang sangat ia rindukan.
"Halo, ini siapa?" tanya Fana lagi. Lagi lagi tidak ada jawaban.
Mata Fana menjadi berkaca kaca. "Gi-giren... Ini kamu nak?" Entah perasaan apa itu, tapi hati Fana mengatakan itu adalah Giren. Walau tidak ada suara yang terdengar, tapi hatinya mendengar dan merasakan.
Kekuatan batin seorang ibu tidak pernah salah. Tangis Giren pecah. Ia masih terus berusaha agar tetap diam, tidak menimbulkan suara. Ia belum siap bicara dengan Fana.
"Nak, ini benar kamu?" Begitu besar harapan Fana untuk menemukan putrinya.
"Nak kamu gapapa? Bagaimana kabar kamu? Bunda kangen sekali..."
Isakan tangis Fana membuat hati Giren sakit. "Nak, bunda tau kamu masih hidup. Bunda selalu berharap dan berdoa sama tuhan agar bunda bisa kembali bertemu dengan kamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
MEZOREN [Tamat]
Teen Fiction[SEBELUM BACA YUK FOLLOW DAN VOTE SETIAP CHAPTER SEBAGAI BENTUK PENGHARGAAN BUAT AUTHOR YANG CAPE CAPE MIKIR ALURNYA, YA WALAU MUNGKIN ADA YANG GAK MASUK AKAL] Seorang gadis desa yang tidak sengaja jiwanya singgah pada satu tubuh yang mengalami kece...
![MEZOREN [Tamat]](https://img.wattpad.com/cover/357321226-64-k367345.jpg)