Story cover for Suci by Vinaandhita
Suci
  • WpView
    Reads 10,837
  • WpVote
    Votes 2,183
  • WpPart
    Parts 34
  • WpView
    Reads 10,837
  • WpVote
    Votes 2,183
  • WpPart
    Parts 34
Ongoing, First published Mar 05, 2021
BEBAS MEMBACA • ON GOING

Tak selamanya kesucian bertahan. Ada kalanya dan masa dimana yang kalis akan ternodai. Darah yang menghitam. Tulang yang remuk. Jiwa yang kotor. Dendam yang mengebu, disertai kesedihan yang mendalam. Bernostalgia akan masa lalu ketika netra tak lagi terbuka. Segalanya tersusun apik di dalam kotak yang tercuat tanah basah, berakhir. Menguak misteri yang tak pernah bisa terpikir oleh akal, selamanya.
All Rights Reserved
Sign up to add Suci to your library and receive updates
or
#493mystery
Content Guidelines
You may also like
Senandung Kematian [Selesai] by azureblz_
45 parts Complete
Koma untuk waktu yang panjang lalu terbangun dengan beberapa ingatan yang menghilang, hampir semua keluarganya menjadi korban dari pembunuh yang identitasnya ia sendiri tidak tahu. Namun setelah ingatan itu berangsur kembali, dia tahu apa yang tengah terjadi. Hari itu telah tiba, hari dimana nyawanya akan selalu terancam, hari dimana dia tahu jika ia telah masuk dalam permainan seorang psikopat gila. Iblis yang bahkan masih bisa bersenandung tanpa beban, saat membunuh para targetnya dengan berbagai skenario kejam. Jika dirinya tidak menemukan pembunuh keluarganya itu dalam waktu setahun setelah benar-benar pulih, dia akan mati dengan skenario paling menyakitkan seperti pembunuh itu janjikan. *** Gadis remaja yang hidup dalam neraka kesengsaraan, yang mengatasnamakan dirinya keluarga kini telah muak dengan segala siksaan. Tuntutan untuk menjadi sempurna membuatnya merasa gila! Suatu ketika, ia memilih untuk keluar dari neraka itu, namun apa yang terjadi selanjutnya? Satu-satunya! Satu-satunya pemilik neraka itu terbunuh! Lalu dirinya? Dirinya menjadi target oleh orang yang melakukan hal tersebut, pembunuh yang tersenyum lebar siap dengan segala skenario gilanya. Kedua remaja itu kemudian dipertemukan oleh takdir yang kejam, namun penuh dengan elegansi, sama-sama menjadi target seorang pembunuh namun berusaha untuk tetap berdiri tegak. Namun bagaimana jika kepercayaan mereka terhadap satu sama lain dipermainkan? Ditambah dengan banyaknya korban yang tidak bersalah, masih mampukah mereka untuk saling percaya? "Apa lo itu, sosok Humpty dumpty yang sebenarnya?!" Gadis itu menatap nyalang pemuda yang terdiam dengan tatapan kosongnya. 𝄆𝄞●─𝓢𝓮𝓷𝓪𝓷𝓭𝓾𝓷𝓰 𝓚𝓮𝓶𝓪𝓽𝓲𝓪𝓷──𝄇 Black Series 2 Baca terpisah Cover : Azureblz_ Start: 01 Feb 2021 Finish: 24 Maret 2023 Best Rank🏅: #1 - Suspense [24/10/21] #5 - Detektif [23/08/21] (Saran, sebelum baca refresh dulu, hapus cerita dan tambahkan
You may also like
Slide 1 of 10
DOSA DIAM cover
BLOOD cover
DUDUK MENUJU KEMATIAN cover
Senandung Kematian [Selesai] cover
BENEATH YOUR SHADOW | END cover
Untuk Dimas (End) REVISI cover
Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS] cover
REZZA cover
[END] High School of Mystery: Crimson Case cover
Peluru Masa Lalu [ON GOING] cover

DOSA DIAM

5 parts Ongoing

Di balik pagar tinggi dan lantunan ayat yang terus mengalun, ada tempat yang tampak damai. Setiap hari diatur oleh jadwal yang sama, suara azan yang memanggil, dan wajah-wajah yang seolah tenang. Tapi ketenangan tak selalu berarti aman. Beberapa datang ke tempat itu untuk mencari ilmu, sebagian untuk mencari arah. Namun ada yang datang membawa beban yang tak kasat mata, beban yang tak bisa ditinggal di luar gerbang. Di dalam kamar-kamar sempit dan lorong-lorong yang tak pernah benar-benar sepi, sesuatu mengintai. Bukan sosok. Tapi perasaan. Tekanan. Dendam. Dan rasa bersalah yang tak pernah padam. Apa yang terjadi di masa lalu seolah terkubur rapi. Tidak ada yang berani membicarakannya, apalagi menanyakan. Tapi diam tidak pernah benar-benar memadamkan kebenaran. Ia hanya menundanya... sampai waktunya tiba untuk muncul dalam bentuk yang tak terduga. Dan ketika suara-suara samar mulai terdengar saat malam tiba, ketika tatapan menjadi dingin dan doa-doa terasa hampa-seseorang tahu bahwa tempat itu tidak lagi menjadi tempat berlindung. Tapi medan perang yang sunyinya bisa membunuh siapa saja yang memilih tetap diam.