Story cover for Fragments Of Memories || END by 1ndxr1L0ve_
Fragments Of Memories || END
  • WpView
    Reads 3,023
  • WpVote
    Votes 2,288
  • WpPart
    Parts 15
  • WpView
    Reads 3,023
  • WpVote
    Votes 2,288
  • WpPart
    Parts 15
Complete, First published Dec 11, 2024
Menurut Skara, Braga dulu adalah tempat berpulang paling nyamannya. Tempat dia berbagi duka dan suka. Dulu, dimana ada Skara pasti selalu ada Braga di sana. Dulu, hal utama yang Braga prioritas kan adalah Skara dan sekarang semuanya berubah karena satu hal. Skara dulu apa-apa selalu bersama Braga sekarang ia harus belajar mandiri dengan tepaksa.

***
"Dulu, kita kesini bareng-bareng, Ga."

***
"Maaf, Ra. Gua nggak bisa."

***
Rindu itu berat, dia masih ada tapi rasanya jauh berbeda dengan dirinya yang dulu. Dirinya yang dulu hangat, baik, dan perhatian kini tak lagi ada padanya. Sekarang ia berubah drastis 90° jauh berbeda dengan dirinya yang dulu.

***
"Pecahan kenangan kita terus membuat aku terbayang-bayang, Aga."

***

tandai typo gess ‼️
contoh;

001; - masih ad yg harus di revisi.
001; ✅ - complete.

#ygadadalamceritataksepenuhnyabenar!
All Rights Reserved
Sign up to add Fragments Of Memories || END to your library and receive updates
or
#187braga
Content Guidelines
You may also like
Memories in Eleven (TAMAT) by Khairunuriah
36 parts Complete Mature
11 November 2000 "Kau dan aku dipertemukan oleh waktu." "Menuntun kita pada sebuah kebersamaan, apakah benar t'lah ditentukan takdir?" 09 Januari 2011 "Maaf, karena membuat mu bertahan dalam hubungan penuh keegoisan ini." "You are the only best friend I have ever met in this world." 28 Februari 2011 "Aku akan terus berdo'a pada Tuhan agar jangan biarkan menghilangkan kamu dari hidup ku selama." "Karena kamu adalah hal terbaik yang pernah kudapatkan." 02 Mei 2011 "Maaf, lagi dan lagi hanya kata itu dapat terungkapkan ketika tak ada jawaban dari atas pertanyaan yang kamu berikan." "Semua hal pasti mempunyai kemungkinan bisa ya atau tidak, jadi jangan terlalu banyak menitik beratkan suatu harapan terlalu besar." 11 November 2011 "Aku berharap tidak akan ada satu hal pun yang dapat membuat kita terpisah, Za." "Andai waktu bisa kuhentikan aku ingin tetap terus bersama mu seperti ini, Gi." "Haruskah kita menjadi korban atas ego dan ambisi yang tak terpuaskan." "Tak selamanya semua kesamaan yang kamu dan aku miliki bisa membuat kita tetap bersama." ____________________________________ Ini adalah sebuah rangkaian memori kecil untuk masa depan tentang kisah kamu dan aku, hanya kita berdua. Orang-orang disekitar kita mengatakan bahwa kamu dan aku tak mungkin terus bersama. Bahkan ada sebagian dari mereka yang sama-sekali tak mengizinkan hal itu. Begitu juga yang kita yakini kamu dan aku tak akan pernah bersatu pada akhirnya. Namun, kamu dan aku juga tidak bisa menebak takdir yang telah dituliskan untuk kita berdua. Akankah kita kembali bersama? Dan melengkapi kisah ini menjadi sebuah cerita yang utuh. Memories In Eleven " Pertemuan mungkinkah kita perkirakan? Kebersamaan dapatkah selalu kita pertahankan? Perpisahan akankah semanis pertemuan?" Memories in Eleven adalah revisi dari cerita pertama Khairun yaitu Memori Kecil untuk Masa Depan diakun @Pena_Khairun. so happy reading guys☺☺
You may also like
Slide 1 of 8
Maaf' (Revisi) cover
DRABIA [END] cover
Memories in Eleven (TAMAT) cover
Favorite Wound cover
RAINBOW  cover
Weird Wedding ✓ cover
I AM YOURS    [ TAMAT ] cover
REVANARA  cover

Maaf' (Revisi)

28 parts Complete

Hari hariku akan segera di mulai atau malah akan berakhir secepat itu? Ini yang dinamakan fajar atau senja? Ini jalanmu atau jalanku? Aku ingin berhenti dari semua fantasi ini Maaf..... Kumohon lupakan aku.... Semua tentangku ••• "kenapa ibu nggak pernah jujur sama aku selama ini?"ucap Nita yang telah berlinang air mata. Hatinya seketika hancur ketika mengetahui rahasia yang selama ini disembunyikan ibunya. "Maafin ibu, ibu takut jika kamu akan pergi ninggalin ibu''ucap Ranti yang tak bisa menahan air mata yang semula dibendungnya. "Tinggalkan aku, aku butuh waktu sendiri"ucap Nita yang langsung memalingkan wajahnya dari ibunya. "Nit dengerin ibumu dulu"ucap Andi "Cukup Ndi, kumohon pergi dari sini!'' Andi dan Ranti pun keluar dari kamar Nita. Setelah mereka pergi, Nita menangis sejadi jadinya. "Kenapa kalian semua egois?"ucap Nita di tengah tangisannya. "Riza, hanya Riza yang bisa ngertiin aku. Aku harus bertemu dengan nya"batin Nita. ••• Sebuah cerita tentang dia, aku, dan sebuah perasaan yang takkan terungkap dengan mudah Cinta yang terpendam karena eratnya persahabatan Cinta yang terhalang karena terbongkarnya suatu rahasia besar Mau tahu bagaimana keseruan ceritanya?jangan lupa mampir untuk baca ya