Jam dirumah Fajar menunjukkan tepat jam enam pagi Fajar keluar dari kamarnya, Ia terlihat lebih santai dibandingkan Ayah dan kedua kakaknya yang tampak terburu-buru menghabiskan sarapan pagi mereka. Fajar hidup dalam keluarga yang harmonis, Ayahnya seorang Manager disebuah Perusahaan kontraktor sedangkan Ibunya seorang pemilik butik. Kakaknya yang pertama bernama Rasya, kuliah dijurusan teknik industri semester akhir sedang menyusun skripsi. Kakaknya yang kedua bernama Bayu kuliah dijurusan ilmu komputer semester tiga, dan Fajar adalah anak ketiga seorang pelajar SMU yang duduk dikelas dua.
Secara fisik Fajar memang keren, rambutnya keriting, satu hal yang membuat Fajar tidak percaya diri sebuah benjolan besar yang menyerupai tumor tumbuh tepat dibawah mata kanannya.
"Ayah berangkat dulu ya, Bu." Ayah bangkit dari tempat duduknya dan sedikit menunduk untuk mencium kening Ibu.
"Rasya sama Bayu kuliah dulu ya Bu." Rasya dan Bayu menyalami lalu mencium kedua pipi Ibu.
"Hati-hati ya bawa motornya jangan ngebut-ngebut."
Rumah sudah sepi, tinggallah Ibu dan Fajar yang masih duduk dimeja makan. "Fajar, Ayah dan kakak kamu sudah berangkat. Kamu kok belum berangkat? Nanti telat loh."
"Ibu sendiri kenapa masih dirumah? Biasanya hari gini Ibu sudah ke butik diantar sama Ayah."
"Kamu itu kalau dikasih tahu sama orang tua jawab aja, kamu lihat dong sekarang sudah jam berapa. Sekolah kamu itu kan jauh, nanti kalau telat gimana? Ibu juga nantinya yang dipanggil sama guru kamu ke sekolah."
"Iya ini Fajar sudah mau pergi kok Bu, Fajar sekolahnya dulu ya Bu." Fajar menyalami dan mencium kedua pipi Ibunya seperti yang dilakukan kedua kakaknya.
Fajar tiba disekolah, Ia melihat hampir semua teman-teman sekelasnya sibuk mengerjakan PR termasuk Tedi sahabat Fajar. Suara bel berbunyi tak dihiraukan oleh anak-anak kelas II-5, Pak Wisnu guru bahasa Indonesia masuk ke kelas II-5 yang mana sebagian dari mereka masih mengerjakan PR.
"Baik, kita lanjutkan pelajaran kita hari ini." Pak Wisnu menghadap ke papan tulis menulis judul materi yang akan dibahas lalu membalikkan tubuhnya memperhatikan setiap bangku yang ada dikelas itu dengan menurunkan sedikit kacamatanya.
"Fajar mana?" Pak Wisnu memberikan pertanyaan yang tak jelas arahnya saat menanyakan Fajar. Apakah Ia sedang bertanya pada Tedi atau pada anak-anak kelas II-5.
"Saya disini, Pak." Jawab Fajar tiba-tiba yang muncul dari bawah meja dan mengangkat tangan menyatakan bahwa dirinya hadir.
"Baik, langsung saja kita mulai pelajaran kita hari ini." Pak Wisnu tak akan pernah memulai penjelasan materi yang akan diberikan sebelum melihat Fajar, satu-satunya murid yang amat disayanginya diantara sekian banyak murid yang diajarnya.
Wajah suntuk, bosan, mengantuk, mulai tampak diwajah anak-anak kelas II-5. Ada yang pura-pura menulis, ada yang pura-pura mencatat, ada yang menutupi wajahnya dengan buku lalu tidur dibalik buku itu. Ada yang bertanya padahal pertanyaannya tidak ada hubungannya dengan apa yang dijelaskan oleh Pak Wisnu. Ada yang pura-pura memperhatikan, ada yang pura-pura membaca padahal yang dibaca bukan buku pelajaran melainkan buku komik. Ada yang sibuk berfoto, smsan walaupun yang disms sebenarnya teman sebangkunya sendiri, dan sebagian lagi masih ada yang menyelesaikan PR sehingga terkesan mencatat apa yang disampaikan Pak Wisnu. Tedi dan Fajar lebih memilih keluar kelas dengan alasan ke kamar mandi namun pada kenyataannya mereka pergi ke kantin mengisi ke kosongan diperut mereka.
"Jar, lo duduk kok pindah-pindah sih? Kayak kucing beranak tahu nggak?!"
"Gue malas duduk disitu-situ aja sekali-kali pengen coba suasana baru, apalagi gurunya kayak gitu hilang deh semangat buat belajar."
YOU ARE READING
Broken
General FictionSekolah Fajar kedatangan anak baru, dia sekelas dan sebangku dengan Fajar namanya Nayla cewek pindahan dari Pekanbaru yang membuat Fajar jatuh hati padanya. Rasa suka itu berubah menjadi sakit hati ketika Nayla mengenalkan Tio sebagai pacarnya pada...
