Bagian 1

6.6K 59 2
                                        

"mau kemana pak ?"

"ke stasiun gambir ya"

"siap !!!" nama gw Arif umur 24 tahun dan berprofesi sebagai supir taksi di kota metropolitan tercinta kota Jakarta.

Keseharian gw ? sudah pasti nyetir taksi keliling ibu kota.

Gw sendiri merupakan perantau di kota yang sumpek ini. Niat hati berangkat dari kampung pingin jadi supir busway, akhir nya gw terdampar sebagai supir taksi di perusahaan taksi swasta terkemuka di kota ini.

"sudah sampai pak"

"wah cepet juga, ini saya kasih lebih uang nya"

"makasih pak, semoga selamat sampai tujuan" kadang dapet penumpang yang pengertian, kadang jga dapat penumpang yang ga tau diri.

"rif... rif.. monitor" ucap orang pool dari radio mobil.

"ya monitor"

"ada pesenan taksi atas nama bu dewi, di tunggu di ismail marzuki"

"meluncur ke lokasi" yah, begitulah seterusnya dan seterusnya sampai Tuhan mentakdirkan untuk berhenti jadi supir dan beralih profesi.

Dan nampak nya...

Tuhan justru berkehendak lain...

(esok pagi nya)

"waduh gw telat nih" gw bangun kesiangan dari kosan, dan segera bergegas menuju pool taksi. Namun, di luar pool banyak rekan sejawat gw yang ngumpul dan gak bisa masuk ke pool.

"woi ada apa nih ?" tanya gw ke temen gw yang bernama Sahrul.

"tau nih rif, biasa nya si bejo satpam pool kgk pernah nutup gerbang" jawab nya. Tak lama kemudian, bapak kepala pool datang bersama asisten nya dan membawa sebuah map.

"ehheem... PENGUNGUMAN UNTUK SEMUA SUPIR YANG BEKERJA DI TAKSI SEPAKAT, MULAI DARI HARI ANDA DI BERHENTIKAN BEKERJA DI KARENAKAN PERUSAHAAN DI NYATAKAN PAILIT DAN KALAH SENGKETA, TERIMAKSIH" sontak, sopir yang ada di baris depan tersulut emosi nya karena di pecat tiba-tiba.

"EHHH APA APAAN INI ? YANG BIKIN SENGKETA KAN SI BOS NAPA KITA YANG JADI TUMBAL ??"

"IYA NIH... !!!!" emosi mereka tersulut dan mulai merobohkan pagar pool, satu persatu properti pool mulai di jarah mulai dari jok bekas, ban bekas, bahkan sampe komponen penunjang oprasional taksi.

"waduh kita gimana rif ???" tanya Sahrul.

"yowes lah kita colong apa yang bisa kita bawa mana tau masih bisa di jual"

Singkat cerita kericuhan akhir nya bubar setelah polisi datang mengamankan provokator dan tentu nya asisten kepala pool yang cari masalah pertama, gw dan Sahrul bisa lari menyelamatkan diri setelah berhasil membawa 2 buah radio komunikasi dan beberapa komponen mobil yang menurut gw masih ada nilai jual nya.

(di kos)

"yah lumayan lah kalo di jual buat makan 2 minggu sampe dapet kerjaan lagi" gumam gw di kamar kos.

*tok... tok...* "rif gw masuk ya" sahut seseorang dari balik pintu.

"iya iya..." ternyata Faiq tetangga gw yang berprofesi sebagai supir busway.

"turut prihatin gw rif lu di pecat sepihak sama tempat kerja lu"

"iya sama-sama iq, sialan juga tuh bos gw"

"iya sabar sabar, lagian jam terbang lu jadi supir taksi apalagi bawa sedan mercy kan udah tinggi, gampang mah itu dapet kerjaan lagi"

"gampang-gampang, tapi kalo lu kgk bantuin juga sama aja boong" ucap gw kesel.

Romansa Sang SupirWhere stories live. Discover now