Chapter 7

350 40 2
                                        

Sungguh tragis, sudah dua kali dirimu di culik. Pertama oleh Kenma dan kedua oleh Suna, bedanya, Suna membawa mu ke kantor polisi dibopong dengan beberapa polisi.

"Hei, [Name]. Tatap mataku sebentar." Suna berusaha mengguncang tubuhmu dan melambaikan tangannya didepan wajahmu karena dia sadar, sedaritadi, dirimu bengong dengan tatapan kosong.

"[Name]. Apa yang terjadi padamu selama dikurung disana?"

Kamu sadar bahwa Suna berbicara denganmu dan mulai mengangkat tanganmu kearah kepala mu sendiri dan menjambak pelan rambutmu sembari menangis pelan.

Suna lantas menahan tanganmu yang menjambak rambutmu sendiri dan mencoba menenangkan dirimu dengan cara memeluk dirimu. "Ssttt.. Tenang. Ceritakan pelan-pelan saja."

Kamu mulai tenang dan mulai menceritakan semua yang telah terjadi. "Aku.. Aku dikurung disana. Awalnya dia mengurungku di basement. Lalu dia pergi dan kembali membawa mayat Keiji. Aku hampir gila disana. Kemudian dia membawa ku kekamar. Aku merasa ingin mati dan ikut gila bersamanya. Dia benar-benar beda, dia berani menyentuh tubuhku, brengsek. ARGHHH!!"

Kamu berteriak, sangat kencang bahkan Suna langsung memundurkan kepalanya saking kencangnya teriakan mu. "Aduh, bisa pekak telingaku." Gumam Suna.

Polisi yang mendengar kesaksian dirimu, lantas berkata "Sebaiknya, [Name] lebih baik diamankan disini terlebih dahulu, kondisi nya tidak memungkinkan. Terlebih, Kenma pasti mencari [Name]."

"Ah benar juga. [Name] kamu disini dulu ya?" Suna melepas pelukan nya dan terlihat wajahmu yang merah karena menangis dan air mata yang terus mengalir. "Gak! Kamu mau Kenma nemuin aku terus ngebawa aku balik ke mansion brengseknya?!"

"Gak.. Tapi kamu harus diamankan sama polisi dulu, kalau kenma nemuin kamu disini, polisi langsung bisa menangani."

Kamu lantas membantah, "Kamu pikir otak Kenma kecil? Dia punya banyak cara untuk menghancurkan polisi-polisi ini dalam sekejap, bahkan kamu sendiri kecil baginya!"

"Kamu lupa aku siapa? Aku Suna Rintarou, dan kamu lupa aku orangnya gimana? Apa perlu aku yang amankan kamu dirumahku sendiri?"

Kamu reflek membuang muka, terlihat amarah yang membendung diwajah Suna. Bahkan polisi saja tidak berani mengganggu pembicaraan kalian. "Kamu yang putusin, diamankan di kantor polisi atau dirumahku?"

"Kantor polisi."

"Baguslah."

Kamu dibawa ke sebuah ruangan diikuti oleh Suna juga. Kamu dibawa ke salah satu ruangan yang biasa digunakan oleh polisi untuk menginap. "Kamu disini aja, dijaga sama Suna juga kok. Tenang aja."

"Harus dijaga sama Suna? Gaboleh sama polisi perempuan aja?"

"Dua-duanya." Jawaban itu terdengar dari bibir Suna. Kamu langsung melihat kearahnya. "What? No."

Suna menghela nafas, memang susah meluluhkan hati wanita. Terlebih lagi wanita satu ini telah mengalami hal mengerikan. "Baiklah, biarkan dia dijaga bersama polisi perempuan."

Suna berjalan menuju pintu keluar dan menemukan seseorang didepan. "Kenma?"

Seseorang berambut pudding itu menoleh kearah sumber suara dan langsung mengerutkan keningnya. "Suna."

Kenma menghampiri Suna dan langsung menarik kerah baju Suna. "Dimana kau sembunyikan [Name]? Berikan dia kepadaku! Hanya aku yang boleh memiliki nya!"

"Bagaimana bisa kau sangat yakin bahwa hanya kau yang boleh memiliki nya? Aku juga punya hak."

Kenma sedikit melonggarkan tangannya yang berada dikerah baju Suna. "Kau menginginkan [Name] juga, 'kan? Kau tidak akan bisa mendapatkan nya. Mengalah lah, aku pemenangnya Suna."

"Selama [Name] berada bersamaku, aku tidak akan membiarkan mu menang. Sebaiknya kau yang mengalah, [Name] berada di pihak ku."

Kenma menggeram rendah sebelum dia memukul wajah Suna dengan kencang. "Tutup mulutmu brengsek! [Name] milikku!"

Terjadilah pertarungan antara Suna dan Kenma yang mengakibatkan perhatian polisi terarah kepada mereka. Polisi pun lantas memisahkan mereka. Sayangnya Kenma memberontak dan polisi terpaksa memukul belakang leher Kenma agar Kenma pingsan, dan saat Kenma bangun dapat di tangkap atas kasus kejahatan.

Suna sendiri mengelus darah yang berada di ujung bibirnya dan menatap Kenma dengan tatapan remeh.

Vibes nya kurang ga si, huhu

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Vibes nya kurang ga si, huhu

𝐌𝐘 𝐋𝐎𝐕𝐄𝐋𝐘 𝐘𝐀𝐍𝐃𝐄𝐑𝐄Where stories live. Discover now