Prologue

1.6K 184 39
                                    

Long, long time ago
(Dulu,)

There was a kingdom of trechearous inhumanity
(Ada sebuah kerajaan yang tak berperi kemanusiaan)

And there reign in apex,
(Dan yang duduk di takhta,)

Was a Prince of age 18
(Adalah seorang pangeran berumur 18 tahun)

Gorgeous luxurious furniture
(Barang-barang yang indah dan berkilau)

A servant who had a quiet similar face
(seorang pelayan yang berwajah sangat mirip)

Name of beloved horse was Josephine
(Kuda kesayanganya, Josephine)

Everything was all His.
(Seluruhnya miliknya)

.
.
.
.
.
.
.
.

"Kami ikut menyesal atas kematian kembaran anda, Yang Mulia,"

Aku tak menjawab. Hari ini kami semua berkumpul di aula besar istana. Atmosfer begitu berat seolah ada kabut hitam yang menggantung di dalam ruangan. Ayah dan ibu 'memasang' wajah sedih. Semua orang menggunakan warna hitam seolah tak mengenal warna lain.

Foto Taehyung-ie dipasang di ujung ruangan dengan karangan bunga disekitarnya. Orang-orang berlalu lalang bergantian meletakkan setangkai bunga krisan putih di dekat fotonya.

"Baekhyun-ah.. yang tabah ya."

"Kasihan sekali Taehyung, umurnya baru 5 tahun.."

Semua orang mengucapkan hal yang sama padaku. Semua mengatakan turut bersedih atas kematian Taehyungie. Paman dan bibiku bahkan berlutut dan memelukku sembari menangis.

Beberapa terheran-heran memandangku karena wajahku yang tetap datar. Tak berekspresi sedih atau menangis sedikitpun. Menurut mereka aku seharusnya menangis atau bahkan jatuh pingsan, karena kembar katanya memiliki ikatan yang kuat.

Ya, benar. Kembar memiliki ikatan yang kuat. Aku bahkan bisa tahu saag Taehyung terluka.

Karena itulah aku tak menangis sedikitpun. Karena aku bisa merasakan di tubuhku. Taehyungie masih hidup, dan ia baik-baik saja.

Tapi kemudian setetes air mata jatuh dari pelupuk mataku. Sudah 3 hari sejak Taehyung-ie menghilang dari istana. Aku merindukan suaranya dan wajahnya dan suara tawanya dan senyumnya dan semuanya.

Taehyung-ie, kau berjanji takkan pernah meninggalkan Hyung kan? Kau pernah berjanji akan selalu bersama Hyung kan?
Sekalipun kau pergi takkan lama kan?

Aku mempercayai semua itu. Aku akan menunggumu sampai kapanpun, karena Taehyung-ie adik kesayanganku pasti akan kembali. TaeTae-ku belum mati.
.

Byun Baekhyun membuka matanya. Menghilangkan ingatan buruk masa kecilnya, saat seseorang yang merupakan bagian terpenting dari hidupnya menghilang.

Namun dengan segera kesedihan menghilang dari sepasang iris cokelat kelam itu. Tergantikan dengan kilatan gelap yang berbahaya. Seringaian muncul di wajahnya yang tampan.

"Now, kneel down to me!"

.
.
.
.
.

"He is truly a son of evil"

"He is the most cruel Ruller that this kingdom have ever had"
.
.
.
.
.

.
.

Hari itu suasana Istana begitu gelap dan dingin. Kastil megah itu seolah dibungus kabut musim dingin.

Baekhyun duduk di singgasananya, dengan seorang pria tinggi berumur sekitar 30-an di hadapannya.

Dengan suara rendah, ia berbisik.

"I want that man is disapearred from this whole world,"

"Who, my lord?"

"Every single blue-eyes men, all of them,"

"Understood,"
.
.
.
.
.

"Tae?"

"Oraenmanida.. Baekhyun Hyung,"



*Updated Soon*

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 12, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

[D'Evilious]#7-PRIDE - On HOLDWhere stories live. Discover now