Uchiha adalah sebuah klan presticious. Kehormatan, kekayaan, kecerdasan dan kerupawanan, harta yang dimiliki darah Uchiha seolah sebagai warisan yang tak lekang.
Layaknya pohon yang gagah menjulang, tentu semakin banyak angin menerjang. Tapi Uchiha punya akar kokoh yang membuatnya tetap tegak berdiri.
Lalu bagaimana ketika justru si benalu menggrogoti dari bagian yang tak kasat mata? Maka, kerapuhan yang tak terasa terus mengikis seiring waktu bergulir.
~The Begining~
Hamura Otsutsuki berbaring dengan pandangan kosong, masih ditemani sang putra. Ia tak bisa menerima kehancuran ini.
Tiba-tiba pintu diketuk. Munculah Fugaku Uchiha. Ia mendekati ranjang Hamura. Meski dengan wajah datar, ia masih tersenyum tipis dan memberi salam kepada keturunan terakhir klan Otsutsuki.
"Tunggulah di luar, aku ada sedikit pembicaraan dengan Fugaku." Sang putra mengangguk dan pergi menunggu di luar kamar rawat.
"Aku akan membantumu mengembalikan semuanya." Fugaku membuka pembicaraan.
Hamura hanya tersenyum pilu. "Semuanya tak bisa ku bangun lagi, Fugaku. Kau lihat, bukan hanya perusahaanku yang hancur, tubuhku pun hancur bersama pengkhianatan sahabatku."
"Kau tidak bisa menyerah semudah ini. Setidaknya pikirkan putramu."
Meski terlihat tanpa ekspresi, sesungguhnya hati Fugaku sungguh iba melihat kawan yang tak ia jumpai bertahun-tahun, tiba-tiba hancur seperti sekarang.
"Kumohon Fugaku, jagalah putraku. Aku tak mungkin lagi bangkit, tapi putraku tak boleh hancur bersamaku."
"Hn." Fugaku berdiri dari kursinya. Ia memalingkan wajahnya. Tak ingin menunjukkan ekspresi sedihnya.
"Aku keluar sebentar membeli kopi." Fugaku keluar tanpa melihat lagi kondisi Hamura.
Di luar ruang rawat, ia bertemu dengan putra Hamura dan mengatakan bahwa ia ada urusan sebentar. Putra Hamura hanya mengangguk singkat.
"Ayah! Kau tidak apa-apa bukan? Ayah... Ayah...!" betapa kagetnya sang putra kala menemukan Hamura sekarat.
"N-nak ja-ja-ga di-diri-mu ba-ik-baik. Ka-kau ti-tidak bo-bo-boleh han-cur se-seperti-ku.........."
Kemudian alat perekam denyut jantung hanya menunjukkan garis lurus dengan irama datarnya yang menyayat hati.
~The Begining~
Sasuke dan Itachi saling berpandangan. Ayah dan ibu mereka tadi hanya bilang akan pergi ke pemakaman sahabat mereka.
Mereka tak mengatakan akan pulang membawa 'oleh-oleh' anak angkat.
Itachi bangkit lebih dulu dari sofa. Ia menghampiri anggota keluarga barunya. "Selamat datang adik baru! Siapa tadi namamu? Oohh iya Toneri. Senang bertemu denganmu."
"Hn."
Itachi langsung speechless. Awalnya muncul harapan ia akan punya adik yang lebih ramah dan lebih asik diajak main.
Nyatanya... "Kau ternyata sama tidak asiknya dengan Sasu-chan."
"Sasuke-kun, ayo berkenalan dengan Toneri. Kalian kan seumuran." ujar sang ibu, Mikoto.
Sasuke akhirnya bangun dari duduknya. "Aku Uchiha Sasuke."
Toneri menyambut jabat tangan Sasuke. "Aku Otsutsuki Toneri."
"Aku sudah berjanji untuk menjadi wali Toneri. Meskipun ia tetap bermarga Otsutsuki, tapi ia di bawah perlindungan Uchiha." Fugaku menjelaskan kepada kedua putranya.
YOU ARE READING
About Him [The Next Chapter]
FanfictionSilahkan baca dulu cerita About Him.. Masa lalu membawa Sasuke pada dunia yang dianggapnya sebagai Kotak Pandora. Tak tersentuh, tak ingin dibukanya kepada siapapun. Sekalipun untuk dokter cantik yang dicintainya.
![About Him [The Next Chapter]](https://img.wattpad.com/cover/100298835-64-k786227.jpg)