Di sekolah Yejin.
Yejin dan teman-temannya pergi ke kantin untuk membeli snack.
Tidak sengaja ada seorang wanita yang menumpahkan minuman disepatu mahal Yejin.
"Gadis menyebalkan, apa kau sengaja melakukannya?" bentak Yejin.
"Maaf sunbae, aku tidak sengaja. Aku akan menggantinya." Ucap gadis itu ketakutan.
"Kau tahu berapa harganya? Ini barang limited dan kau tak sanggup menggantinya." ujar Yejin marah.
"Tidakkah kau perlu diberi pelajaran?" ancam Irene.
"Jilatlah." kata Yejin sambil menunjuk sepatunya.
"Sunbae?"
"Jilat sekarang."
Saat wanita itu hendak menjilat sepatu Yejin, tiba-tiba Jungkook datang dan mengubah suasana.
"Tidak perlu kau lakukan itu, aku yang akan mengurusnya. Kau boleh pergi." kata Jungkook.
"Terima kasih sunbae." ujar wanita itu sambil membungkukkan badannya dan pergi.
"Ya, kau!"
"Ternyata ini sifat aslimu? Bukankah sangat berbeda dengan di restoran kemarin?" tanya Jungkook.
"Apa urusanmu, kau ingin mencari masalah denganku?" ucap Yejin sambil emosi.
"Tenanglah, aku akan menganti sepatumu ini." Jungkook menunjuk kerah sepatu Yejin.
"Cih,menyebalkan."
Jungkook lalu berjongkok di hadapan Yejin dan mencopot sepatu Yejin dari kakinya.
"Hei, apa yang akan kau lakukan?" ujar Yejin bingung karena Jungkook melepas sepatunya.
Jungkook hanya tersenyum licik dan membuang sepatu Yejin ke tempat sampah
" Jeon Jungkook!" Yejin berteriak kesal karena sifat Jungkook padanya.
"Apa aku salah? Ini balasan untukmu." kata Jungkook sambil menyengir dan pergi.
"Awas saja kau, aku akan membuatmu bertekuk lutut dihadapanku."
"Yejin, bagaimana ini? Kau hanya akan menggunakan satu pasang sepatu?" tanya Irene.
"Tentu tidak, ada sepatu lagi di lokerku. " jawab Yejin.
***
Malam hari, Yeri pergi untuk bekerja paruh waktu.
Yeri bekerja di sebuah cafe dan masih magang.
"Nona bisa tolong ambil pesanan kami?" panggil salah satu pelanggan pria.
Yeri menuju ke meja itu.
Meja nomor 23 dan ada sekitar empat pria yang ada disana.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Yeri.
"Tidak ada, hanya saja kami membutuhkan pelayan yang cantik." ujar pelanggan itu.
Yeri hanya tersenyum dan akan kembali pergi namun salah seorang dari pelanggan itu mencoba memegang tangan Yeri dan itu membuat Yeri terkejut sekaligus tidak nyaman.
Dari dekat ada seorang pria yang mengamati mereka dari belakang.
"Nona, kami belum selesai."
YOU ARE READING
Love Is Like Rain
Fanfiction𝑨𝒑𝒂𝒌𝒂𝒉 𝒂𝒅𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒏𝒂𝒎𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 𝒕𝒂𝒏𝒑𝒂 𝒂𝒘𝒂𝒍? -𝙆𝙞𝙢 𝙔𝙚𝙧𝙞, 𝘨𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢. 𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯, 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘥𝘪𝘢...
