Chapter 39

2.8K 222 60
                                    

JIMIN POVS

Aku memandang Jiyeon yang sedang mengerang kesakitan akibat ditampar oleh aku tadi.

Salah dia juga,Lawan cakap aku.

:')

" Hiks...Whae awak buat saya macam ni...hiks...awak memang dah benci saya ke Jimin...hiks...mana janji awak yang awak takkan sakitkan saya...hiks...mana sayang awak untuk saya " Jiyeon memandang aku.

" NAE! AKU MEMANG BENCI KAU SANGAT! DAH KASIH SAYANG AKU UNTUK KAU DAH LAMA HILANG! MALAH AKU SANGGUP BUNUH KAU SEBAB KAU BUKAN SESIAPA UNTUK AKU LAGI! " Aku menarik rambutnya.

" A-arraseo...Hiks...bunuh lah...bunuh saya " Air matanya tidak henti henti dari mengalir.

Aku mengeluarkan sebilah pisau rambo dari poket.

" KAU NAK MAMPOS SANGAT KAN?! OK FINE! " Aku terus menikam perutnya.

Darah pekat tersembur keluar dari mulutnya dan Jiyeon terus rebah kelantai.

Aku memandang pisau ditangan aku dan Jiyeon yang terbaring lemah diatas lantai.

Pisau yang aku genggam erat tadi terlepas dari genggaman aku.

Eotokkae?

Dapat aku rasakan mutiara mutiara jernih mengalir dipipi aku.

Lantas aku memeluk Jiyeon dengan erat.

" ANIA!!!!! " Aku menggoncang badannya.

" Jiyeon ah mianhae...jinjja mianhae ...hiks " Aku menekup bahagain perutnya yang mengeluarkan darah.

" G-gwenchannayo...S-saya ok " Jiyeon tersenyum memandang aku.

" Mianhae...hiks...Oppa tak sengaja...hiks...Mian mian mian " Aku tidak henti henti mengucup dahinya.

" O-oppa...gomawo sebab jaga Jiyeon nae? Gomawo sebab sudi layan perangai Jiyeon...Haha...Childish... " Tangannya mengusap lembut pipi aku.

" Ania...hiks...Jiyeon yang slalu jaga Oppa...hiks...Oppa " Tiba tiba sesuatu mengganggu fikiran aku.

" A-anak K-kita? " Aku memandang Jiyeon.

Jiyeon menggeleng lemah.

Aku menarik rambut aku dengan kuat.

" Dont hurting your self " Tangan aku digapai dan digenggam erat olehnya.

" Paboya Jimin... " Aku menangis semahunya

" EOTOKKAE!!!!! " Aku tak mampu taham rasa ni lagi.

Whae perasaan aku slalu bercampur baur.

" Gwenchannayo...Uhmm Oppa...Jiyeon sayang Oppa sangat sangat... " Matanya dipejam dengan rapat akibat menahan sakit pada bahagian perutnya.

" Nado nado...hiks... nado saranghae " Aku mencium dahinya.

" Ahhh Appo...Oppa...Janji dengan Jiyeon...Hiks...You wont hurting your self arraseo? " Jiyeon semakin kekurangan tenaga.

" Jebalyo...Jangan tinggal Oppa...hiks...Saranghae! Saranghae! " Aku menangis teresak esak.

" Kyeowo " Pipi aku dikucupnya lembut.

" Nado saranghae,Park Jimin " Perlahan lahan matanya tertutup rapat.

" SHIREO!!!!! " Aku mencium lama bibirnya.

To be continue...

His Psychology Doctor - Park Jimin °Complete°Where stories live. Discover now