♧ [¡nn] | Prolog [00] ♧

3.6K 193 37
                                        

Ternyata waktu telah berlalu begitu cepat ya? Hingga aku tak pernah menyadari bahwa selama ini aku masih hidup, tanpa kehadiranmu, aku telah berjuang untuk hidupku Na, aku hebat ya?

Akankan perjuanganku selama ini akan mendapatkan hasil yang ku inginkan? Sepertinya, aku sudah lelah menunggunya semesta, aku akan menemukannya sendiri, menemukan Nanaku.

Jika Tuhan tidak mau memberiku jawaban, akan kubuat jawabanku sendiri, tentang darimana asalku, dan siapa aku.














---

bad boy na jaemin✔


---




















Hari ini adalah hari ketigaku menetap disini, tempat yang asing yang terasa sangat familiar, samar samar aku melihat, ada sesuatu disini. Sesuatu yang sedang menungguku, dan sesuatu yang berkaitan langsung denganku, aku, merasa ada sebuah kenangan disini, kenangan tentangku dan seseorang di masa lalu.

Masa lalu? Akh, aku lupa.

Saat ini rumah terasa membosankan, tidak ada hal menarik yang bisa kulakukan disini. Tidak sama sekali.

Aku menyibak sebuah tirai besar di dekat jendela kamarku, dan mengerjapkan mataku ketika sinar matahari itu mengenai netra mataku, lalu aku tersenyum miris, mengingat bagaimana keadaanku setengah tahun setelah operasi itu. Aku melamun jauh di atas kesadaranku, tanpa tujuan, tanpa haluan.

Selang beberapa menit kemudian, aku mendapat kesadaranku kembali. Saat itu juga aku memutuskan untuk keluar rumah dan mencari udara segar, lebih segar.

Aku berjalan santai di tengah tengah sepinya kota, sudah berapa lama aku tidak merasakan ini semua? Hmm cukup lama.

"Setidaknya disini gak terlalu buruk, mungkin gue bisa cepet membiasakan di-"

Detik itu juga langkahku terhenti, ketika aku melewati sebuah taman yang membuatku memberikan atensi padanya. Aku menghentikan langkahku karena mendengar seorang lelaki dengan suara merdunya sedang bernyanyi lagu kesukaanku,
'Like me better.'

Aku penasaran siapa lelaki yang berperawakan tinggi dan berkulit putih itu. Tapi aku tidak bisa melihat wajahnya karena aku mengintip dari belakang dan mendengar ada beberapa wanita yang sedang mencuri perhatianya dan terus memuji lelaki itu dengan berbagai gombalan, tetapi lelaki itu tidak menggubrisnya dia tetap melanjutkan kegiatan menyanyinya sambil terus memetik gitarnya.

"Akhh aduh!" spontan aku berteriak ketika ada beberapa semut yang menggigit kakiku tiba tiba.

"Siapa itu?" lelaki itu terkejut dan berusaha menghampiriku perlahan.

Namun dengan sigap dan secepat kilat aku segera menutup kepalaku dengan hoddie dan berlari menuju ke toko buku yang berada tidak jauh dari taman itu. Aku perlu mengobati kakiku, mana mungkin aku pergi ke cafe dengan keadaan kakiku yang digeromboli oleh semut semut kecil? Uhk mengerikan.

Sesampainya di toko buku aku segera masuk dan mencari tempat duduk yang cukup sepi dan nyaman.

"Akh sial banget sih gue! hampir aja ketahuan," Gerutuku sambil mengobati kakiku dengan minyak kayu putih yang tak sengaja ada di kantong hoddieku.

bad boy na jaemin✔Où les histoires vivent. Découvrez maintenant