Aurora's side
Gue baru bangun tidur. Dan hal yang pertama kali gue liat adalah Jaehyun.
Tapi ga sendirian, ada Andin.
Mereka gak sadar kalau gue udah bangun karena mereka lagi ngobrol tanpa menghadap ke arah gue. Gue gak tau harus apa.
Tapi gue memutuskan untuk tidur, atau mungkin, pura-pura tidur lebih tepatnya.
Jaehyun's side
Gue gak berminat mengajak Andin pergi ke rumah sakit. Tapi dia maksa, dengan alasan dia mau minta maaf ke Aurora karena gara-gara dia gue jadi pergi terlalu lama.
Astaga sekarang bahkan gue ngerasa Andin kayak punya dua kepibradian. Yang satu egois dan yang satu lagi masih sama kayak Andin yang dulu. Dia masih punya sisi baik diri dia yang dulu.
"Jae, kalau Aurora tahu gimana?" Tanya Andin.
Gue menoleh ke dia yang duduk di sebelah gue, kita berhadapan.
"Moon, tolong jangan bahas ini dulu. Apalagi kita lagi di ruangan rawat nya Aurora."
"Tapi, Jae—"
"Jangan panik, okay? Gak akan ada yang tahu soal ini. Percaya sama aku ya?"
Andin cuma ngangguk, kemudian dia nangis lagi.
"Jangan nangis terus. Aku makin merasa bersalah sama kamu, Moon."
Gue bener-bener tulus ngucapin itu. Karena baik gue ataupun Andin gak pernah duga hal kayak gini bakalan terjadi. Kita sama-sama kaget.
"Jae aku mau minta satu hal sama kamu."
"Apa?"
"Kalau misalkan aku ham—"
Gue dengan segera menahan Andin untuk menyebut kata itu.
"Moon.."
"Maaf, tapi, kalau itu kejadian, aku mohon jangan tinggalin aku." Pinta Andin.
"Ga akan Andin, gaakan."
Gue menoleh ke arah ranjang Aurora. Dia perlahan buka matanya.
"Aurora," Gue langsung bangkit dari sofa dan berdiri di samping ranjangnya.
"Ra?" Panggil gue.
Mata Aurora kelihatan basah kayak habis nangis dan dia gak mau menatap gue. Apa dia nangis waktu tidur?
"Pulang, Jae." Katanya.
Andin berdiri, dia berjalan ke sisi ranjang Aurora yang lain.
"Hai, Ra. Aku minta maaf ya karena—"
"Pulang, gue mau sendiri." Lagi-lagi dia nyuruh gue dan Andin untuk pulang.
"Ra, its okay kalau lo mau sendirian dulu tapi gue gak akan pulang. Gue bisa nunggu di depan." Kata gue.
Aurora menoleh ke arah gue, "Lo juara olimpiade udah berapa kali sih, Jae?" Tanya Aurora sinis.
Gue gak paham maksud dari pertanyaannya. Kenapa dia—
"Gue yakin lo tau arti dari kata 'pulang' tanpa harus mikir." Sinisnya lagi.
"Gini, biar aku aja ya yang pulang? Tapi Jae—"
"Andin, lo sama pinternya kayak Jaehyun kan? Paham arti pulang itu apa?"
Baik gue ataupun Andin sama-sama diam.
"Gue bilang pul—"
Cklek
"Hai Auroraaaaa, mama kangen banget sama kamu. Eh, kamu pacarnya Jaehyun ya?"
Lagi-lagi, hal yang gak gue duga terjadi.
Semesta sedang benar-benar kacau saat ini.
VOUS LISEZ
UNIVERSE ' 💫 [END]
Fanfiction[jaehyun fanfiction] [end] Sebuah kisah sederhana tentang seorang insan yang hanya bisa memendam rasa tanpa bisa mengungkapkan. Merasakan semua pahitnya dalam diam, dan sendirian. ✦ ✦ ✦ ✦ ✦ 𝐚 𝐬𝐭𝐨𝐫𝐲 𝐛𝐞𝐭𝐰𝐞𝐞𝐧 𝐀𝐮𝐫𝐨𝐫𝐚 𝐚𝐧𝐝...
![UNIVERSE ' 💫 [END]](https://img.wattpad.com/cover/200709526-64-k429362.jpg)