Renjun berjalan santai sambil mengomel tidak jelas, kebanyakan menyumpah pada Beomgyu. Namun betapa terkejutnya dia saat memasuki ruangan, ia melihat Beomgyu duduk di samping sosok mantan pacarnya di dalam klinik.
"Hah? Soobin?"
Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.
"Ngapain lo disini Bin?" tanya Renjun hampir memekik. Ia tak bisa menyembunyikan raut terkejutnya. Matanya memicing heran dan mulutnya sedikit menganga. Tak mengira bahwa dirinya akan bertemu mantan di kampusnya sendiri.
"Harusnya aku yang nanya. Kamu ngapain disini? Katanya kuliah di New York bareng cowok kamu?" Soobin yang emang mantan Renjun refleks memanggil kamu pada Renjun. Lelaki itu masih belum bisa melepas kebiasaan memanggil aku-kamu pada mantannya itu.
Saat Soobin memanggil Renjun dengan 'kamu', hal itu langsung membuat Beomgyu, lelaki manis yang dari tadi menungguinya, menatapnya terkejut lalu memicing penuh curiga pada temannya yang baru saja masuk, Renjun.
Menyadari Beomgyu menatapnya penuh selidik, Renjun mendecak. Ia malas menjawab pertanyaan Soobin dan langsung narik tangan Beomgyu untuk pergi dari sana, meninggalkan Soobin sendiri.
"Eh, makasih loh!" teriak Soobin saat Renjun dan Beomgyu pergi begitu saja meninggalkan dirinya sendiri.
"Jadi namanya Beomgyu.." monolog Soobin, tersenyum tidak jelas. "Manis juga.." lanjutnya sambil memejamkan mata, membayangkan wajah manis Beomgyu yang baru ia temui hari ini.
"Nggak papa deh pala bonyok kena bola, yang penting bisa ketemu cocan."
__________________
"Lo kenal sama cogan tadi Jun?" tanya Beomgyu penasaran. Keduanya sedang berlari-lari menuju ke kelas mereka. Renjun di depan dan Beomgyu sedikit tertinggal di belakangnya.
"Kenal. Awas ya lo kalo keganjenan!" Renjun menoleh pada Beomgyu masih seraya berlari menuju kelasnya.
"Siapa? Kok manggilnya aku kamu?" selidik Beomgyu. "Mau dong gue aku-kamuan sama cogan tadi." Beomgyu nyengir seraya menjulurkan lidah pada Renjun.
Mendapat juluran lidah dari temannya, si lelaki bermarga Huang langsung mendelik. "Biadap lo Gyu, udah punya kak San juga." umpatnya karena tau apa yang dimaksud Beomgyu.
Keduanya masuk ke kelas secara mengendap-endap. Untung dosennya lagi menghadap papan tulis dan menuliskan silabus tentang apa saja yang akan mereka pelajari di mata kuliah dosen tersebut selama satu semester ke depan.
Renjun masuk terlebih dahulu dan untungnya, si dosen tidak menyadari kedatangannya yang terlambat karena maba cantik itu langsung mendudukkan diri di bangku paling pinggir, membuat Beomgyu kebingungan mau duduk dimana, alhasil dirinya ketauan terlambat karena dosennya menghadap ke para mahasiswa.
"Late?" tanya si dosen yang merupakan anggota ras kulit putih pucat itu. Seorang pria berumur 40 tahunan dengan mata biru laut yang terang, rambut blonde dan perut sedikit buncit.