Dua puluh satu tahun yang lalu
Seorang wanita merintih kesakitan saat perutnya terasa amat nyeri serta mulas dalam bersamaan. Pria yang sedari tadi duduk terjaga di samping ranjang wanita tersebut, ia dengan sigap merespon cepat.
"Ada apa sayang?"
"Mulas banget."
"Oke, wait. Aku panggil dokter."
Pria itu lantas berlari keluar ruang kamar inap lalu tak lama kembali dengan seorang dokter dan dua orang perawat.
Dokter itu langsung memeriksa kondisi wanita itu lalu setelahnya meminta dua perawat itu untuk menjaga wanita tersebut. Kini dokter itu dan pria itu sudah berada di luar ruangan.
"Ada apa dok? Apa sudah saatnya?"
"Iya pak Yoongi. Namun kondisi istri anda sangat lemah, begitupula kandungannya. Oleh sebab itu, sepertinya kami harus melakukan operasi sesar."
Pria bernama Yoongi itu mengusap rambutnya lalu berkata. "Istri saya ingin melahirkan secara normal."
"Kalau begitu kita harus siap dengan risikonya."
"Tidak dok, istri saya kuat."
"Maaf pak Yoongi."
"Um baiklah, saya akan mencoba membujuknya sekali lagi."
Setelah berkata begitu Yoongi masuk ke dalam ruang inap, begitupula dokter itu mengikutinya dari belakang.
"Honey, perutku sakit banget," keluh wanita itu.
"Sayang, bagaimana kalau-"
"Harus berapa kali aku bilang, aku ingin melahirkan normal."
"Tapi kondisimu."
"Aku sehat honey, aku kuat dan aku pasti bisa. Aku mohon honey, demi anak-anak kita."
Perkataan wanita itu membuat Yoongi terdiam, ia menatap kedua bola mata wanita itu sangat dalam. Ia juga menggenggam jemari wanita itu untuk menguatkan.
"Baiklah sayang."
Setelahnya, Yoongi berjalan menghampiri dokter dan akhirnya dokter itu menganggukkan kepalanya tanda setuju lalu meminta kedua perawat itu untuk segera memindahkan wanita itu ke ruang bersalin.
"Aku akan baik-baik aja."
"Iya sayang, semua akan baik-baik aja," balas Yoongi sembari mencium kening wanita itu berkali-kali.
"Kamu mau janji satu hal?"
"Apa sayang?"
"Apapun yang terjadi, aw."
"Jangan terlalu banyak bicara, sayang."
"Permisi pak, kami akan memindahkan pasien."
Yoongi melepaskan pelukannya pada wanita itu lalu menggenggam jemari wanita itu seraya berjalan bersama menuju ruang bersalin.
"Maaf pak, anda bisa menunggu di luar."
"Saya ingin menemani istri saya."
"Maaf pak tidak bisa, kami akan melakukannya sebaik mungkin," pungkas salah satu perawat lalu menutup pintu ruang bersalin.
Yoongi berdiri di depan pintu dengan perasaan cemas, ia selalu memanjatkan doa agar persalinan istrinya berjalan lancar. Bersamaan dengan itu, datanglah beberapa orang menghampiri Yoongi.
Setelah menunggu cukup lama, seorang dokter dan satu perawat keluar dari ruangan bersalin lalu berjalan menghampiri Yoongi dan beberapa orang lainnya yang sedari tadi duduk di kursi tunggu.
ESTÁS LEYENDO
My Dearest Twin - Asahi Ryujin
Fanfictionft. Yoongi Bagaimana jika kamu bersama saudara kembar yang kamu benci, dikirim liburan ke sebuah desa yang jauh dari ibu kota, susah sinyal dan hanya menggunakan fasilitas terbatas? Begitulah yang harus dijalani oleh Asahi dan Ryujin selama libur ku...
