31. Harus Kabur!!!

481 26 1
                                    

"..."

Naruto melirik si pengemudi taksi dengan heran,'sepertinya aku pernah melihat orang ini?'

"Kau ini siapa?", tanya Naruto mendadak agak maju ke depan, pada si pengemudi.

'Apa pengemudi ini anak buah orang itu juga?', pikir Sasuke curiga dan mobil yang mereka naiki masih berjalan.

"Aku lelah!", balas si pengemudi merespon santai. Dengan tenang ia pinggirkan mobilnya dan berhenti disana.

"...?", keduanya menatap si pengemudi dengan heran.

"Ini aku kawan!"

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Ini aku kawan!"

"Aah.. Suigetsu", raut wajah Naruto langsung berubah datar.

"Kau ada masalah denganku Naruto?", tanya balik Suigetsu seolah Naruto tengah mengajaknya berkelahi.

"Sayangku.. perkenalkan dia temanku, si mata-mata!", gaya bicara Naruto langsung berubah.

"...", Sasuke terdiam karena merasa canggung, kemudian mengalihkan pandangannya ke Suigetsu.

"Oi, Naruto! Kau berada di taksiku ini, kalian sebenarnya kabur dari apa?", tanya Suigetsu penasaran.

"...", Naruto melirik Sasuke,"dia benar, kenapa kita harus pergi kalau di Mansion kita aman?"

"Aku cuma ingin mengajak temanmu menikah", Sasuke malah merespon Suigetsu.

"Menikah? Kelihatannya berbahaya..", Suigetsu melirik Naruto. Dia tahu seberapa tergila-gila dan bergantungnya Karin pada pria di depannya ini.

"...?", Naruto menatap Suigetsu dengan bingung.

"Akan kubantu kalian menikah, tapi dengan syarat!"

"Kami hanya menikah, kenapa perlu bantuanmu?", tantang Sasuke.

"Ada perempuan gila...", Suigetsu tiba-tiba bergumam pada Sasuke, Sasuke pun membeku.

"Bantuan apa?", tanya balik Sasuke dengan serius.

"Huh?", Naruto menatap kebingungan karena tidak tahu inti pembahasan Sasuke dan Suigetsu.

"Aku akan mengurus segala sesuatunya yang mengganggunya, kau dan dia hanya cukup memberiku satu triliun untuk hidup senang tanpa bekerja", balas Suigetsu pada Sasuke.

"????", Naruto terbelalak, Sasuke tercengang.

Suigetsu memang mata-mata, dan yang perlu diketahui dia itu sebenarnya sudah sukses!

Dia senang meraup keuntungan sebesar-besarnya! Alias matu duitan!

"Ngaco!", tuding Naruto langsung,"Sasuke, jangan dengarkan orang kaya matre ini!"

Naruto dengan terburu-buru berusaha membuat Sasuke keluar dari sana,"dan satu lagi! Kau harus tahu, aku bisa membuatmu kere!" ia pun memandang Suigetsu sengit.

Berani-beraninya seorang bawahan mencoba menipu bosnya sendiri!?

Begitu keluar dari sana setelah membuat Suigetsu tercengang, Naruto pun memandang Sasuke lekat-lekat.

"Aku tidak tahu apa yang kau khawatir, tapi sungguh berbeda dengan dulu, aku sudah menjadi penopang yang cukup kuat untukmu yang luar biasa. Aku sudah berjuang! Jadi aku tidak ingin ada yang kau khawatirkan!", Naruto pun menyentuh wajah Sasuke lembut.

"Aku mencintaimu..", bisik Naruto lembut di telinga Sasuke sebelum kembali memberi jarak untuk melihat respon Sasuke dengan matanya sendiri.

"Aku sudah tua, Naruto.."

"Aku tidak peduli! Itu tidak mengubah fakta bahwa aku akan melindungimu selama sisa hidupku", Naruto tersenyum, meskipun Sasuke yang awalnya mengajak dan membawanya pergi sampai sini terlihat gundah sekarang.

"...", Sasuke menatap ke bawah, ke tangannya yang digenggam erat Naruto,'aku hanya panik saat membawanya pergi, tapi sekarang..' pandangan Sasuke kini tertuju ke mata Naruto.

"Mau ya?", tanya Naruto bersungguh-sungguh.

"Hn..", Sasuke hanya bergumam, mengangguk kecil.

"!!!", Naruto perlahan menurunkan senyumnya dan merendahkan tubuhnya.

Sasuke sontak memegang bahu Naruto saat dirinya tiba-tiba terangkat ke atas.

"Jadi apa yang kau khawatirkan? Bisakah aku mengetahuinya?", tanya Naruto dengan hati-hati, tak ingin memaksa.

"Aku merasa kau akan pergi saat dia menemukanmu..", Sasuke hanya berbisik pelan dengan kepala tertunduk, tangan tergepal.

"...? Itu tidak akan terjadi, sebenarnya...", Naruto mulai menjelaskan rencananya dengan Isabela pada Sasuke.

*Deg!

Sasuke langsung merasa yakin dengan  keyakinannya sejauh ini,"...."

"Jangan dengarkan dia!"

"Kenapa?", tanya Naruto pelan.

"Sai.. Isabela, mereka selalu melakukan berbagai cara untuk merebut semuanya dariku"

"Aku percaya!",balas Naruto sedikit menyender pada Sasuke.

"Kenapa kau percaya?", Sasuke bingung. Padahal Naruto terlihat dengan Isabela saat ia melihatnya.

"Karena aku selalu mendengarkanmu..", Naruto tersenyum yakin.

"Aku bahkan mencium Sai karena ucapanmu dan kau kesal karenanya", Naruto tiba-tiba merasa ingin tertawa mengingat saat itu.

Sasuke terdiam membeku menatap Naruto, Naruto pun hanya memeluk Sasuke yang sejak tadi berada dalam gendongannya.

"Jadi kau akan ikut aku dan tinggal denganku selamanya, kan?", tanya Naruto dengan tulus, berharap tidak ditolak seperti terakhir kali.

"Baiklah..", Sasuke mengiyakan dengan malu-malu menatap Naruto.

"Oi! Bermesraan kok di pinggir jalan, di depan orang jomblo pula!", celetuk Suigetsu setelah menurunkan kaca mobilnya.

"...?", begitu menoleh ke Suigetsu, Naruto malah merasakan Sasuke tiba-tiba memeluknya erat.

"Kau tidak boleh melepaskanku seperti yang lainnya!",ucap Sasuke dengan pelan, bersembunyi di ceruk leher Naruto dengan perasaan yang menghangat.









































TAMAT

NO DEBAT YA!🤣






Selasa, 3 Januari 2023
10:33

Menggodamu ✔️Where stories live. Discover now