[0] Blurb

19 4 3
                                    

‘My answer is always you.’ He say.


Tapi keadaan berbanding terbalik dengan perasaan mereka, Rion harus di jodohkan dengan wanita lain, karena janji bundanya.

“Kamu harus tetap memilih mereka, kecuali Raven.” Bunda tahu kalo dia mencintai Raven karena pertemuan tidak sengaja mereka saat bundanya membuat acara. Dan, disaat itu juga, Rion dijodohkan oleh salah satu dari anak teman bundanya.

Bunda memberi dua pilihan, “Lily atau Clarissa?” Tidak ada nama Raven, bunda tidak menyebutnya, tapi aku hanya mau Raven. Walaupun dia terlihat enggan untuk berteman denganku, aku mencobanya. Raven tau semua masalahnya, Raven tempat dia berpulang, Raven adalah perempuan yang dia pilih, Raven adalah segalanya buat Rion.

🧚🏻‍♀️

“Kalau kamu harus memilih untuk kebaikan kamu. Kamu harus memilih Lily. Lalu, kita selesai, yon. Kamu, aku, dan kita ga boleh egois. Untuk kebahagiaan Lily, yon.” Lalu bagaimana dengan kebahagiaan kita, aku terus bertanya kepada Raven, bagaimana kebahagiaan kami.

Raven tidak memiliki harapan lagi, hanya bisa mengikuti arus yang sudah ada, dia tidak punya cukup tenaga untuk melawan, Raven sendiri. Dia harus membiarkan orang lain bahagia, dia harus melepaskan Rion, dan ke sekian kalinya, dia harus mengalah demi semua orang. Bahkan dia tidak mendapatkan timbal balik atas perlakuannya.

🧚🏻‍♀️

“Kalau aku harus memilih, aku gabisa milih di antara mereka berdua, bun. Kenapa bunda harus memaksakan Rion?” Bunda perempuan egois, memiliki ego setinggi gedung Burj Khalifa. Jika itu kemauannya, dia memaksa semua untuk menurutinya, termasuk aku. Tapi, aku sayang bunda. Bunda menginginkan yang terbaik untukku. Bukan, tapi yang terbaik untuk pertemanannya.

🧚🏻‍♀️

“Lily, aku akan menikahinya, bun.” Bahkan, saat dia terpaksa menerima perjodohan tersebut, hatinya akan tetap berada di Raven. Semesta mendesak Rion, dia harus tetap memilih, dan arus sungai akan terus mengalir. Dan dia akan terbawa semakin jauh dari rumah ternyamannya yang berada di pinggir sungai.

Raven akan selalu menunggu Rion kembali ke rumah tersebut, membuat coklat panas di saat udara yang dingin menusuk kulit mereka, berpelukan untuk menghangatkan jiwa mereka. Tapi Rion akan terus terbawa arus sungai yang dibikin bunda, dia tidak bisa berputar atau melawan, akan sangat menyakitkan.

🧚🏻‍♀️

“Mau sampe kapan kamu stuck di Raven? Aku udah coba bikin kamu cinta sama aku, aku sayang sama kamu. Kalo kamu ga berusaha, terus kapan perasaan aku di bales?” Ga, gaakan pernah, ly. Aku akan tetap milih Raven, bukan kamu. Gaakan ada yang bisa gantiin Raven di hati aku.

Raven mungkin menjadi alasan bagi Rion untuk tetap berdiri, tapi jarak di antara mereka semakin terlihat, Raven enggan menyentuh kepunyaan dari orang lain, selamanya, mungkin. Kisah mereka akan terus berlanjut di alam bawah sadar mereka, tanpa satu orang pun tau, hati mereka akan selalu terhubung, meski dengan jarak yang jauh.



‘And always you, you’re my answer in every life question. But they say, if you love someone, so let them go. I always love you, forever, Raven Raespati.’

HOME;RUN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang