Confused

217 10 1
                                    

''Hahahahahhaha..., hey Nana lihat anak ini ingin sekali mengajak taruhan. " kata Rina tertawa terbahak-bahak.

''Sebaiknya kau jangan mau Rina kau sudah berumur 16 tahun jangan melakukan hal yang tidak penting. '' ujar Nana.

''Tidak, aku mau menerima tatangan mu! Anak kecil ayok kita mulai. '' kata Rina bersemangat.

''OK kak, kalau begitu kita main kertas gunting batu dan taruhan 12 ribu. Ngomong-ngomong uangnya disimpan dimana ya kak ?" tanya anak kecil itu bingung.

''Sini biar aku saja yang simpan.'' kata Rina

"Tapi jangan dibawa lari ya?"

''Iya aku janji anak bawel.'' kata Rina.

"Kalau begitu kita mulai saja. Ok, Kak Nana yang akan menjadi jurinya." ujar anak itu.

''Tidak. Aku tidak mau, males. '' kata Nana jengkel.

''Ayolah Nana ayolah...'' kata Rina yang memegang lengan Nana dan bersender dibahu Nana.

"Mau kan?" bujuk Rina.

Muka Nana memerah malu saat Rina memegang lengan dan bersender di bahunya seperti layaknya seorang pasangan. Nana pun melirik dari ujung matanya. Rina masih kukuh dari niatnya, Nana menghela napas sabar.

Rina POV

''Aku melihatnya ya mata Nana dan aku membaca apa yang dia pikirkan yang sangat jelas ya sangat jelas !''. Dia berfikir ingin sekali mengajakku ke taman untuk berjalan jalan bersamanya, tetapi biasanya dia hanya ingin cepat pulang dan langsung ke meja makan..... begitulah biasa dia pikirkan hanya makan makan dan makan -_- hari ini dia sangat berbeda sekali !?

Nana POV

'Astaga Naga sadarlah Nana sadarlah dari tidur mu! tidak seperti biasanya dia memasang mukanya sangat cantik, dia juga tidak seperti biasanya memegang lengan ku dan menyender di bahu ku apakah dia suka padaku ? AAHHHH tidak mungkin atau karena dia ingin aku menjadi juri taruhannya dengan anak kecil itu?'

''Kak Nana dan Kak Rina jangan seperti orang sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu!'' kesal anak itu.

"Mau kan Nana?" sambil mengelus lengan Nana.

'Gimana ya sebenarnya aku tidak mau sama sekali tapi nanti Rina akan marah denganku apa yang harus kulakukan ya ?

Rani POV

Cihh!!!!!!! Anak ini. Dia terlalu banyak bermimpi, memang siapa yang menyukainya.

Author POV

''Iya aku terima.'' setuju Nana terpaksa.

''Yehh..., yuhuuu terimah kasih kak Nana, Kak Rina ayok main. " semangatnya

"Terimah kasih, Nana." kata Rina tersenyum. "Baiklah ayo kita bermain."

"Baiklah SATU DUA TIGA MULAI!!" mulai Nana.

"Kertas Gunting Batu SUIT!!!!!"

"Yeh ku menang." kata Rina bersemangat.

"Tidak! Kakak harus 5 kali menang dulu."

"Iya iya bilang saja kau takut tidak menangkan?" sindir Rina to the point.

"Tidak....., anu..., bukannya begitu kakak." ujarnya gugup.

"Ngaku saja! Hahahahakata." Rina tertawa terbahak bahak.

"Sudah - sudah!!!! Ayo lanjutkan saja aku mau pergi tau!" kesal Nana menenangkan mereka berdua dengan sebuah ancaman kalau dia mau pergi.

''Awas ada yang marah nih hahahahaha...'' goda Rina tertawa

I read your mindTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang